Banjir di Palembang

Pasca Banjir Semalam, Warga Palembang Sibuk Jemur Perabotan Rumah Tangga

Kota Palembang perlahan pulih dari genangan banjir yang melanda sejumlah wilayah setelah hujan deras mengguyur semalaman, Minggu (9/3/2025).

Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Syahrul Hidayat
JEMUR KASUR --- Maryam (54) dibantu anaknya menjemur kasur busa pasca rumah mereka terendam banjir di pinggir Sungai Bendung, Senin (10/3/2025). Camat Kemuning, Amiruddin Sandy S.STP., M.Si, saat meninjau lokasi, menyampaikan bahwa lebih dari 40 persen kepala keluarga (KK) di Kecamatan Kemuning terdampak banjir. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kota Palembang perlahan pulih dari genangan banjir yang melanda sejumlah wilayah setelah hujan deras mengguyur semalaman, Minggu (9/3/2025).

Pagi ini, Senin (10/3/2025), warga disibukkan dengan aktivitas membersihkan dan menjemur perabotan rumah tangga yang terendam air.

Di sepanjang bantaran Sungai Bendung, Kecamatan Kemuning, pemandangan khas pasca banjir terlihat jelas.

Kasur busa, karpet, pakaian, dan berbagai perabotan lainnya dijemur di depan rumah warga.

Maryam (54), salah seorang warga, menceritakan detik-detik mencekam saat air pasang datang menjelang waktu sahur.

"Anak-anak tidak sempat menyelamatkan kasur busa. Tiba-tiba, kasur sudah basah dan dingin," ujar Maryam, yang telah tinggal di daerah tersebut selama sembilan tahun.

"Kami tetap sahur dulu, baru kemudian mulai membersihkan dan menjemur kasur serta pakaian yang terendam."

Maryam mengungkapkan bahwa rumahnya baru dua tahun terakhir ini mengalami banjir. Ia menduga pembangunan jalan dan lalu lalang kendaraan besar menjadi penyebab penurunan permukaan tanah di sekitar rumahnya.

"Dulu tidak pernah banjir, tapi sejak jalan ini dibangun, sering mobil besar lewat, mungkin itu sebabnya rumah kami jadi turun," ungkapnya.

Beruntung, cuaca cerah pagi ini membantu warga dalam proses pengeringan.

 "Untunglah hari ini panas. Sejak pagi matahari sudah terik, jadi kami bisa menjemur semua kasur dan pakaian yang basah agar tidak bau apek," kata Maryam, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang cuci pakaian.

Pantauan di lokasi menunjukkan hampir seluruh warga di bantaran Sungai Bendung sibuk membersihkan dan menjemur perabotan rumah tangga.

Ada yang memanfaatkan pagar besi sungai untuk menjemur kasur, ada pula yang menjemur pakaian di atap rumah.

Camat Kemuning, Amiruddin Sandy S.STP., M.Si, saat meninjau lokasi, menyampaikan bahwa lebih dari 40 persen kepala keluarga (KK) di Kecamatan Kemuning terdampak banjir.

Ia mengimbau warga untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, termasuk edukasi tentang pengelolaan drainase yang baik.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved