Sosok Ustaz Maulana yang Gaya Dakwahnya Diledek Gus Miftah Pecicilan, Karir Cemerlang Sejak 14 Tahun

Namun Gus Miftah menyebutkan salam yang identik dengan Ustaz Maulana, yakni menyapa para jemaah dengan "Jamaah... oh, jamaah..." 

Editor: Fadhila Rahma
Youtube
Sosok Ustaz Maulana yang Gaya Dakwahnya Diledek Gus Miftah Pecicilan, Karir Cemerlang Sejak 14 Tahun 

SRIPOKU.COM - Pernah diledek Gus Miftah soal gaya dakwahnya, sosok Ustaz ini ternyata memiliki karir cemerlah sejak remaja.

Ia adalah Ustaz Nur Maulana atau akrab disapa Ustaz Maulana.

Dilihat di unggahan akun TikTok @/indraaa461, tampak video Gus Miftah meledek gaya ceramah Ustaz Maulana.

Ia memang tak menyebutkan nama. 

Namun Gus Miftah menyebutkan salam yang identik dengan Ustaz Maulana, yakni menyapa para jemaah dengan "Jamaah... oh, jamaah..." 

"Itu idolanya orang-orang zaman sekarang seperti itu," kata Gus Miftah.

"Apa pantas kalau kiai NU diminta pecicilan seperti itu? Enggak pantas, masa menjelaskan di TV dengan pecicilan?" ujarnya.

Meski demikian, masih banyak orang yang cocok dengan cara berdakwah Ustaz Maulana.

Salah satunya adalah keluarga Joko Widodo yang mengundang Ustaz Maulana saat pengajian dan tasyakuran hamil 4 bulan Erina Gudono pada Mei 2024 lalu. 

Ustaz Maulana
Ustaz Maulana (Tribunnews)


Berlangsung di Istana Bogor, tasyakuran dan pengajian itu tampak menghadirkan keluarga besar Erina dan Kaesang Pangarep yang kompak berbusana putih.

"Tasyakuran dan Pengajian Kehamilan Erina Kaesang. Alhamdulillah acara tasyakuran pengajian kemarin berjalan dengan lancar diisi oleh Ustadz @m_nur_maulana dan @assyifa.teamsholawat acara berlangsung dengan hangat bersama keluarga besar," tulis Erina di Instagram.

Sederet momen pengajian dan tasyakuran itu tampak dibagikan di media sosial, baik oleh Erina maupun Ustaz Maulana. Tampak sang ulama tampil cukup mencolok dengan busana muslim bernuansa lilac dan ungu.

Bahkan Ustaz Maulana juga sempat berfoto berdua dengan Jokowi dengan berlatarkan Istana Bogor. "MasyaAllah tabarrakkallah, Alhamdulillah silaturahmi kembali dengan Bapak Ir. H. Joko Widodo @jokowi," tutur Ustaz Maulana.

Lantas, seperti apa sosok sebenarnya Ustaz Maulana?

Muhammad Nur Maulana lahir 20 September 1974.

Ia adalah seorang da'i, presenter, dan aktor Indonesia. Maulana menampilkan dakwahnya dengan bahasa yang mudah diterima oleh masyarakat.[1]

Ia adalah lulusan dari Pondok Pesantren An-Nahdlah Ujung Pandang pada tahun 1994.

Maulana juga merupakan Guru Agama Islam di sebuah SD Islam Athirah Makassar dan Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar.

Maulana menikahi Nur Aliah pada 8 Agustus 2008.[2]

Maulana aktif menyampaikan dakwahnya di acara Islam Itu Indah yang ditayangkan oleh Trans TV.

Mulai Usia 14 Tahun

Nur Maulana menceritakan, ia mulai berdakwah sejak usia 14 tahun. Saat itu ia masih duduk di SMP DDI Galesong Beru, Makassar.

Aktivitas berdakwahnya pun makin terasah saat menjadi santri di Pondok Pesantren An Nahdah (setingkat SMA), Makassar.

Di pesantren inilah, Nur Maulana banyak belajar agama Islam dari Pimpinan Pondok Pesantren An Nahdah, KH Muhammad Harizah (almarhum).

"Di pesantren ini pula saya mendapat jodoh yang kini menjadi istri saya," ujar pria yang menikahi Nur Aliah pada 8 Agustus 2008 lalu ini.

Selain pelajaran dari pesantren, Nur Maulana mengaku banyak belajar tentang Islam melalui buku-buku Islam, media massa, dan beragam literatur lainnya.

"Selain dari Al Quran dan Hadits, saya banyak belajar dari Prof Dr M Quraish Shihab, baik melalui buku yang ditulisnya maupun ceramah-ceramahnya di televisi," tutur putra dari pasangan Maulana dan Masyita ini.

Sedangkan humor-humor yang kerap diselipkan di sela-sela dakwahnya, diperolehnya dari membaca koran, majalah, dan televisi.

Sehari 4 Kali

Sejak 2007 lalu, Nur Maulana mengaku jadwal dakwahnya selalu padat.

Sehari, ia kadang menghadiri empat undangan untuk berdakwah di lokasi berbeda.

Tidak hanya di masjid, ia juga biasa memberi dakwah di rumah-rumah warga, sekolah, hingga di kantor-kantor pemerintah dan swasta.

Mereka yang mengundangnya pun tak hanya berasal dari Makassar, Gowa, dan Maros.

Tapi juga banyak yang datang dari daerah-daerah yang jauh dari Makassar semisal, Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah dan Kendari di Sulawesi Tenggara.

Bahkan beberapa kali, ia menghadiri undangan untuk berdakwah di Kalimantan seperti di Samarinda, Tarakan, dan Balikpapan.

"Biasa juga diundang ke Kaimena di Irian Barat. Umumnya yang mengundang dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan yang ada di daerah tersebut," tuturnya.

Dalam memenuhi undangan, ayah Munawar ini mengaku tak pernah pilih-pilih.

"Prinsip saya, siapa undangannya yang lebih dulu tiba dan saya catat, maka itulah yang saya prioritaskan lebih awal menghadirinya," tuturnya.

Saat itu memperlihatkan buku diari yang digunakannya mencatat jadwalnya untuk dakwah, sebuah buku saku yang terlihat sudah lusuh dan telah buram.

 

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id

Sumber: Surya
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved