Opini
Ageing Population: Apakah Indonesia Siap?
Indonesia saat ini berada dalam masa bonus demografi, dengan proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi daripada penduduk usia non produktif.
INDONESIA saat ini berada dalam masa bonus demografi, dengan proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi daripada penduduk usia non produktif. Kondisi ini akan memberikan peluang besar bagi negara untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Dengan semakin dominannya penduduk usia produktif, tentunya akan berpeluang meningkatkan produktivitas pada perekonomian secara keseluruhan. Namun demikian, pertanyaan kritis yang mungkin muncul adalah: apakah bonus demografi akan berlangsung selamanya? Apa yang terjadi ketika bonus demografi berakhir?
Masa transisi demografi yang akan terjadi selanjutnya yaitu ageing population atau penuaan penduduk. Fenomena demografis ini mengindikasikan bahwa proporsi penduduk yang berusia lanjut(lansia) meningkat dalam keseluruhan populasi.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan batasan di mana sebuah negara dikatakan memasuki era penuaan atau ageing population apabila proporsi lansia 60 tahun ke atas sudah mencapai 10 persen atau lebih.
Sejak tahun 2021, Indonesia telah mulai memasuki struktur ageing population dengan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai lebih dari 10 persen atau sekitar 28 juta jiwa. Hasil proyeksi penduduk SP2020 oleh Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa proporsi penduduk lansia akan mencapai lebih dari 20 persen pada tahun 2050 atau sekitar 72 juta jiwa.
Peningkatan penduduk lansia ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari mengingat banyaknya penduduk yang berusia produktif saat ini berlimpah, namun beberapa tahun ke depan akan memasuki usia lanjut.
Jika kondisi ini tidak diantisipasi sejak dini, maka berbagai persoalan kompleks bisa muncul, terutama di bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan.
Hasil Empiris
Fenomena ageing population ini umumnya ditandai dengan rendahnya tingkat kelahiran dan tingkat kematian, yang merupakan dampak dari pembangunan berkelanjutan.
Merujuk kepada hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020), Angka Kelahiran Total (TFR) di Indonesia tercatat pada angka 2,18, yang menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2010 yang sebesar 2,41. Bahkan, pada tahun 1970-an pernah menyentuh 5,61.
Angka ini diproyeksikan terus menurun hingga berpotensi berada di bawah 2,1 yang merupakan angka TFR ideal untuk mencapai pertumbuhan penduduk yang seimbang.
Seiring dengan penurunan TFR, angka kematian (Crude Death Rate/CDR) di Indonesia juga menunjukkan tren menurun, yaitu dari 6,4 per 1000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 4,74 per 1000 penduduk pada tahun 2020.
Peningkatan penduduk lanjut usia terjadi di banyak negara, baik negara maju maupun berkembang, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan hasil Susenas 2023, seluruh provinsi di Indonesia memiliki persentase lansia di atas 6 persen. Bahkan, 18 provinsi di antaranya mencatatkan angka lebih dari 10 persen, yang mengkategorikan mereka sebagai wilayah dengan struktur penduduk tua.
Potensi Bonus Demografi Kedua
| Kritik, Kekuasaan, dan Jalan Damai yang Dipertanyakan |
|
|---|
| Bencana Alam dan Pemasaran Sosial: Mengukur Niat Dibalik Aksi |
|
|---|
| Memahami Mewujudkan Kodifikasi dan Univikasi Hukum Pidana. |
|
|---|
| Keberhasilan bukan Kecepatan, Melainkan Konsistensi dalam Berproses, Sebuah Renungan di Awal 2026 |
|
|---|
| OPINI: Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Merusak Jantungmu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Maria-ulfa-OI.jpg)