Mata Lokal Desa

Mengenal Kampung Perigi Sentra Pembuatan Peralatan Rumah Tangga dari Aluminium di 2 Ulu Palembang

Kampung perigi merupakan tempat sentra alumunium peralatan rumah tangga, di lorong Sepakat Jl KH Azhari Kelurahan 2 Ulu Kota Palembang.

Penulis: Angga | Editor: tarso romli
sripoku.com/angga azka
Nasir salah satu pengrajin alumunium peralatan rumah tangga yang sudah menggeluti usahanya selama 55 tahun, sedang berbincang dengan pelanggannya yang hendak menampal dandang yang bocor, Kamis (5/12/2024). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANGKampung Perigi adalah kampung yang diapit oleh Sungai Musi dan juga anak sungai Musi itulah kenapa namanya adalah kampung Perigi.

“Perigi itu seperti sungai, karena kampung ini, ada sungai besak dan sungai kecil itulah di namakan Kampung Perigi,” ungkap Nasir, yang sudah tinggal di kampung perigi selama 60 tahun.

Kampung perigi sendiri terletak di Jl KH. Azhari Kelurahan 2 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, kota Palembang.

Selain menyimpan banyak tempat wisata, Kampung perigi juga merupakan tempat sentra alumunium peralatan rumah tangga, di lorong Sepakat Jl KH Azhari Kelurahan 2 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang.

Ketika memasuki lorong Sepakat kita akan diperlihatkan dengan rumah limas yang masih terjaga keasliannya. 

Serta kita akan disambut oleh para warga yang ramah dan murah senyum di sini, mereka tidak akan segan menjawab pertanyaan kita.

Selain dari pengrajin alumunium di kampung ini juga ada pengrajin nipah dan pembuat perahu.

Menurut cerita Nasir, salah satu pengrajin dari alumunium peralatan rumah tangga yang sudah menggeluti usahanya selama 55 tahun, mengatakan, dahulu banyak yang jadi pengrajin alumunium, bahkan hampir di setiap lorong, menjadi pengrajin alumunium. 

“Sekarang tinggal saya sendiri, dahulu banyak yang jadi pengrajin alumunium,” ungkap, Nasir, saat di jumpai di lokasi, Kamis (5/12/2024).

Menurunnya pengrajin alumunium, di sebabkan kalah bersaing dengan pembuatan pabrik, apalagi saat ini sudah banyak yang berjulan di aplikasi e-commerce.

“Sekarangkan sudah ada buatan pabrik, dan juga yang berjualan juga sudah mulai sedikit idak seperti dahulu,” ungkapnya.

Nasir si pengrajin alumunium yang sudah 55 tahun ini, masih menggunakan cara yang tradisonal itulah pembuatannya membutuhkan waktu dan kualitasnya yang terjamin.

“Kalau aku masih membuatnya dengan cara di ketok menggunakan palu dan gunting untuk memotong bahan-bahannya,” ungkapnya.

Beberapa peralatan rumah tangga yang di buat oleh Nasir untuk peralatan memasak untuk idul fitri dan hajatan.

“Kalau aku buat cetakan kue, dandang besar dan kecil, tabung untuk membuat lontong, parutan kelapa, parutan kates, serta alat untuk bikin cemilan tusuk gigi, cetakan kue, cetakan bolu kalau ada yang nak mesen aku bisa,” ungkap bapak yang murah senyum ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved