Pilkada OKI 2024
Debat Publik Kedua Paslon Pilkada OKI, Akibat Sakit Dja'far Shodiq Gugup Tak Mampu Jawab dengan Baik
Dari pantauan suasana debat publik terlihat cabup 02, H Muchendi Mahzareki tampil lebih aktif dan lugas menyampaikan visi dan misi.
Penulis: Nando Davinchi | Editor: Fadhila Rahma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Ogan Komering Ilir nomor urut 01 HM Djafar Shodiq dan Abdiyanto serta paslon nomer 02 H Muchendi Mahzareki dan Supriyanto.
Mengikuti debat publik pertama guna menyampaikan visi dan misi yang telah berlangsung pada Jumat (1/11/2024) malam dilokasi Hotel Novotel Kota Palembang. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar.
Dari pantauan suasana debat publik terlihat cabup 02, H Muchendi Mahzareki tampil lebih aktif dan lugas menyampaikan visi dan misi.
Serta dapat menjawab pertanyaan dari panelis dan paslon nomor 01 Dja'far Shodiq dan Abdiyanto (Jadi).
Muchendi yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan itu, tampil kompak dengan bergantian menjawab dan berikan pertanyaan bersama cawabup Supriyanto.
Baca juga: Antar Penumpang, Driver Grab di Palembang Malah Hilang Mobil, Terbangun Tahu-tahu di Kamar Hotel
Berbeda dengan cabup nomor 01, Djafar Shodiq yang terlihat gugup dan lebih banyak mendorong agar cawabup Abdiyanto untuk menjawab pertanyaan panelis dan paslon dari nomor urut 02.
Dalam momen tanya jawab itulah Shodiq terlihat kesulitan tanggapi beberapa pertanyaan sejak awal debat, bahkan sempat meminta wakilnya, Abdiyanto menjawab pertanyaan solusi terkait limbah dari perusahaan yang ada di OKI.
Namun, saat pertanyaan dari panelis mengenai peningkatan terhadap pencemaran air sungai di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang berasal dari limbah industri pertanian, perkebunan, perikanan dan domestik yang tentu diharap adanya solusi tepat dari paslon 01.

Shodiq tampak percaya diri menjawabnya. Ia mengungkapkan berbagai pengalamannya sebagai petani yang akan melakukan solusi untuk menanggulangi limbah pabrik
"Kayaknya pertanyaan ini seperti pengalaman yang sudah saya alami selama di kebun dengan PT Sampoerna. Bagaimana supaya habitat tak rusak antara jarak sungai dan itu juga harus ada tanaman, itu juga sudah dialami,"
"Itu juga sudah saya alami baik mengenai limbah, karena saya sudah selalu ada di perusahaan. Saya tahu persis bagaimana agar binatang-binatang itu tidak mati sesuai dengan kehidupan di perusahaan masing-masing," urainya.
Tidak dapat melanjutkan jawaban akibat terlihat gugup, akhirnya mic diberikan kepada Abdiyanto yang kemudian memberikan statement.
"Ya, tentunya kita akan memaksimalkan pembuatan Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan), perusahaan tersebut harus mematuhi amdal dan kita akan menggalakkan ekonomi hijau,"
"Serta memperhatikan sumberdaya alam dengan tetap menjaga lingkungan dan tidak menggangu ekosistem di alam dengan patuhi perundang-undangan yang sudah ditetapkan dan contohnya program bank sampah," paparnya.
Bukannya mendapat simpati, jawaban ini justru menuai respons negatif, karena pendapat ini justru menceritakan pengalaman sebagai petani namun tidak ada solusi yang konkrit.
Menanggapi jawaban itu, Muchendi menyatakan bahwa di Kabupaten OKI banyak perusahaan perkebunan dan tentu itulah yang dapat mendekte dampak pencemaran lingkungan.
"Maka itulah sebagai pemerintah daerah harus menyampaikan kepada stakeholder - stakeholter perusahaan untuk menaati asas aturan-aturan yang sudah berlaku,"
"Karena kita ingin masyarakat tidak tercemar dampak lingkungan pabrik yang ada di Kabupaten OKI. Tentunya kita melakukan penegakan hukum yang tepat agar perusahaan - perusahaan ini tidak melenceng dari apa yang sudah diterapkan pemkab OKI," sebutnya.
Menurutnya, calon Bupati nomer 01 tadi menyebutkan berpengalaman. Namun tidak mendengarkan apa yang menjadi langkah-langkahnya.
"Kami tidak mendengarkan apakah langkah yang akan diambil untuk mencari solusinya," sambungnya.
Panelis memberikan kesempatan kembali paslon 01 menjawab, akan tetapi yang memilih menjawab justru Abdiyanto.
"Sebenarnya pak Shodiq tadi jawabannya kurang lengkap, tetapi saya akan melengkapi jawabannya karena setiap perusahaan harus mentaati analisis amdal tersebut,"
"Maka dari itu kami sarankan seluruh stakeholder mentaati untuk menjalankan usahanya dan kita mengutamakan pengelolaan tata kelola dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus mengurangi dampak lingkungan," tutur Abdiyanto.
Diwawancarai setelah acara debat, Dja'far Shodiq mengatakan kalau bukan gugup sewaktu berada diatas panggung debat. Melainkan kondisi tubuh sedang tidak sehat.
"Saya bukan nge-down (gugup), tetapi karena menahan badan yang memang kurang sehat. Kalau saya bawa jaket insyaallah anget badan,"
"Saya sudah sakit selama 3 hari ini, alhamdulillah saya tidak kemana-mana bahkan waktu kampanye saya tidak kemana-mana karena kurang enak badan," ujarnya.
Meski demikian, Shodiq bersyukur masih dapat mengikuti kegiatan debat publik diadakan KPU OKI.
"Tetapi alhamdulilah kegiatan KPU tetap bisa berjalan lancar," tukasnya.
Calon Bupati
Calon Wakil Bupati
Ogan Komering Ilir
Djafar Shodiq
Abdiyanto
Muchendi Mahzareki
Supriyanto
Pelantikan Muchendi-Supriyanto Jadi Bupati dan Wakil Bupati OKI Akan Digelar 10 Februari 2025 |
![]() |
---|
KPU Pastikan Pilkada OKI 2024 tak Ada Gugatan ke MK, Muchendi-Supriyanto Akan Digelar 10 Februari |
![]() |
---|
Profil Supriyanto Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Terpilih, Anggota Pencak Silat PSHT Cabang OKI |
![]() |
---|
Profil Muchendi Mahzareki Bupati Ogan Komering Ilir Terpilih, Mengawali Karier Jadi Ketua KONI OKI |
![]() |
---|
Hasil Pleno KPU, Muchendi-Supriyanto Terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati OKI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.