Polemik AKD DPRD OKI

Rapat Penetapan Alat Kelengkapan Dewan DPRD OKI Diwarnai Mosi Tidak Percaya, Ketua DPRD Walk Out

Rapat penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ilir (OKI)

Penulis: Nando Davinchi | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Nando Davinchi
Rapat penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Ogan Komering Ilir periode 2024-2029 telah disahkan secara tata tertib yang berlaku. Namun terdapat 6 fraksi nyatakan mosi tidak percaya terhadap unsur pimpinan fraksi PKB dan PDIP, Sabtu (26/10/2024) 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Rapat penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ilir (OKI), diwarnai mosi tidak percaya terhadap unsur pimpinan. 

Mosi tak percaya ini setelah Ketua DPRD dan Wakil Ketua 1 DPRD OKI memilih walk out dalam pembahasan AKD tersebut. 

Adapun penyebab walk out unsur pimpinan tersebut, setelah Fraksi PDIP dan PKB menginginkan berada dalam satu fraksi.

Wakil Ketua II DPRD OKI Nanda SH, mengatakan, AKD ditetapkan tanpa keterwakilan Fraksi PKB dan PDIP, karena mereka memilih walk out.

Dimana Fraksi PDIP dan PKB tidak terlibat di AKD karena mereka menginginkan anggota mereka itu menumpuk di salah satu komisi.

Namun kata dia, keinginan tersebut  melanggar tata tertib sehingga dikhawatirkan tidak adanya perimbangan setiap komisi. 

Selain itu juga, jika ditetapkan sesuai kehendak PKB dan PDIP maka bertentangan dengan tata tertib yang berlaku di DPRD OKI

"Makanya penetapan yang digelar kemarin tidak ada perwakilan dari Fraksi PKB dan PDIP karena sampai  penetapan mereka tidak sampaikan  susunan fraksi mereka AKD DPRD OKI,” kata Nanda diwawancarai lewat telepon Sabtu (26/10/2024).

Sehubungan dengan mosi tidak percaya dari anggota DPRD kepada ketua DPRD OKI, maka pimpinan melanjutkan ke Badan Kehormatan, yang mana mosi tak percaya ini akan diverifikasi dan diklasifikasi berdasarkan bukti dan saksi sesuai dengan tatib dan aturan yang ada.

"Jadi kami menunggu tindak lanjut seperti apa kami akan menunggu hasil kerja dari BK," paparnya.

Masih kata dia, mosi tidak percaya seperti yang disampaikan saat paripurna melalui fraksi-fraksi yang ada mewakili enam fraksi yakni PAN, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PKS, Hanura dan Golkar. 

Disampaikan alasan mosi tidak percaya terhadap ketua DPRD bahwa pihaknya sudah melakukan tata tertib.

Salah satunya berkomunikasi dengan partai atau di luar enam fraksi sampai sekarang pihaknya masih menunggu hasil susunan AKD dua fraksi yakni PKB dan PDIP. 

"Sayangnya sampai sekarang kami belum mendapat nama-namanya, meski undangan rapat sudah disampaikan," sambungnya.

Sementara itu anggota DPRD fraksi PAN, Budiman menyebut adanya dinamika di DPRD OKI sejak awal pembentukan AKD. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved