Karhutla di Sumsel
Kabut Asap Mulai Selimuti Muratara, Warga Buka Kebun dengan Cara Membakar Lahan
Warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mulai merasakan aroma asap terutama di waktu subuh hingga terbitnya matahari.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Rahmat
Tampak kabut asap mulai selimuti salah satu wilayah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (29/8/2024).
Sumedi menjelaskan dampak buruk dari karhutla terhadap lingkungan dan alam.
Pertama, katanya, asap yang ditimbulkan dari karhutla tersebut dapat menyebabkan penyakit ISPA dan Asma.
Selain itu, juga dapat menyerang paru-paru, serta iritasi pada mata, tenggorokan, dan hidung.
Dampak kedua, lanjut Sumedi, hutan akan menjadi gundul, sehingga bisa berdampak pada banjir dan longsor.
Lalu yang ketiga, dampak buruknya adalah rusaknya spesies Flora dan Fauna yang hidup dan tumbuh di hutan.
"Banyak sekali dampak buruknya, maka dari itu kami betul-betul minta tolong jangan, jangan bakar hutan dan lahan, ini untuk kebaikan kita semua," tuturnya.
Berita Terkait: #Karhutla di Sumsel
| Antisipasi Kemarau Panjang 2026, BPBD Sumsel Gelar Apel Siaga Karhutla 22 April Mendatang |
|
|---|
| DPR RI Dorong Regulasi Kuat dan Anggaran Memadai untuk 'Perang' Melawan Karhutla Sumsel |
|
|---|
| Kasus Karhutla di Sumsel Capai 394 Kejadian, 5 Daerah Masuk Zona Merah |
|
|---|
| Tanggulangi Karhutla, BPBD Sumsel Dapat Tambahan Helikopter Water Booming |
|
|---|
| 3 Kabupaten di Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla, Terbaru Muara Enim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Tampak-kabut-asap-mulai-selimuti-salah-satu-wilayah-di-Kabupaten-Musi-Rawas-Utara-Muratara.jpg)