Berita Travel

Bukit Pasir Grand Canyon Baturaja Kini Sepi, Tidak Diminati Pengunjung, Kurang Perhatian Pemerintah

Bukit Pasir atau yang sering disebut-sebut Grand Canyon Baturaja dulu sering menjadi tempat rendezvous (pertemuan—red) khususnya ABG (anak baru gede)

Penulis: Leni Juwita | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/eni
Bukit Pasar di Desa Tajungbaru Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU, ada tugu monas mini. 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Bukit Pasir atau yang sering disebut-sebut Grand Canyon Baturaja dulu sering menjadi tempat rendezvous (pertemuan—red) khususnya ABG (anak baru gede), kini sudah ditinggalkan pengunjung wisata.

Obyek wisata dalam Kota Baturaja yang murah meriah sudah terlantar, jalan menuju bukit pasir juga sudah ditumbuhi rumput liar dan sudah setinggi tubuh orang dewasa, menunjukan daerah ini sudah jarang dikunjungi warga, begitu juga kedai apung yang  masih satu area dengan  Bukit Pasir juga sudah lama tutup.

Padahal di lokasi wisata  buatan ini sudah dilengkapi  dengan tugu monas mini, tugu monas tiruan ini dibangun  khusus oleh pemiliknya untuk melengkapi fasilitas di kedai  apung termasuk pondok-pondok makan, lokasi ini sudah lama tutup.

Menurut informasi warga sekitar lokasi wisata buatan milik perorangan ini sudah lama ditutup, bahkan pagar daruratnya sudah digembok sehingga tidak bisa masuk ke lokasi Kedai Apung, sangat disayangkan lokasi wisata yang sempat favorit.

Lokasinya Lapangan Upacara Korpri  di daerah Karangsari  dekat Jembatan Ogan IV Baturaja ini sudah terlantar.

Padahal lokasinya mudah dijangkau juga berada ditempat yang strategis juga pemandangannya indah dan masih asri.

Bukit Pasir  ini sebenarnya sebelumnya adalah perbukitan yang merupakan material pasir untuk salah satu material bahan baku semen ini sudah ditambang oleh penambang selama bertahun tahun.

Kemudian dibawahnya terbentuk kolam yang digenangi air yang bila dilihat dari jauh airnya berwarna hijau yang diatasnya terbentuk bukit yang mirip Grand canyon di Arizona.

Sedangkan di sekelilingnya masih berupa hutan dan sepi.

Pengunjung  yang mengendarai  kendaraan roda empat biasanya memanfaatkan pinggir pinggir kolam bekas penambang menguruk pasir untuk parkir.

Sedangkan untuk pengendara sepeda motor malah lebih leluasa lagi, karena kendaraan roda dua bisa naik sampai ke puncak Bukit Pasir dan selanjutnya bisa menikmati pemandangan alam dari puncak bukit pasir. (eni)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved