Pilkada Palembang 2024

Bantah Ada Kecurangan Penerimaan Panwascam, Bawaslu Palembang Sebut Salah Input

Ditemukan ada indikasi kecurangan terhadap hasil perekrutan Petugas Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) tingkat kecamatan (Panwascam) di kota Palembang

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Arief Basuki
Posko Pengaduan yang ada di Kantor Bawaslu Sumsel, sebagai tempat melaporkan pengaduan dugaan adanya pelanggaran, Selasa (28/5/2024) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ditemukan ada indikasi kecurangan terhadap hasil perekrutan Petugas Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) tingkat kecamatan (Panwascam) di kota Palembang.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), telah memonitoring dan akan meminta keterangan kepada Ketua dan anggota Bawaslu Palembang terkait temuan itu. 

"Sudah dikoordinasikan ke Bawaslu kota Palembang, dan kita monitoring serta supervisi. Ketua dan anggotanya segera dimintai keterangan, terkait tentang temuan ini, " kata komisioner Bawaslu Sumsel Ahmad Naafi, Selasa (28/5/2024). 

Sebelumnya dikabarkan dugaan adanya kecurangan dalam seleksi Panwascam di Palembang itu, karena beberapa nama yang terlihat seperti nama Jhon Harmis yang melaksanakan Tes CAT di Kecamatan Kalidoni ternyata lolos di Sako, Mursidah tes CAT di  Seberang Ulu I lolos di Ilir Barat I, kemudian M Pasya Rahmatullah melaksanakan CAT di Jakabaring nyatanya lolos di Kemuning, Sopan Sofuan CAT di Sematang Borang lolos di Kalidoni.

Kemudian ada nama Rinak tes CAT di Sako lolos di Plaju, Hery Amriadi tes CAT di AAL (Alang- Alang Lebar) ternyata lolos di Kecamatan Seberang Ulu I, terakhir ada nama M Harman Alfajri melaksanakan CAT di Ilir Timur (IT) III lolos di IT II,

Salah satu calon petugas  yang tidak lulus dalam mengikuti ujian masuk Renol Kurniawan, mengatakan indikasi kecurangan atau permainan dapat dilihat dari pengumuman yang sudah dikeluarkan oleh Bawaslu Palembang.  

"Ternyata ada beberapa petugas yang ikut dalam seleksi lulus ditempat lain. Padahal mereka mengikuti dari kecamatan lain. Kan Aneh, ” kata Renol. 

Ini dia contohkan salah satu petugas Panwascam yang ikut dikecamatan Sako, namun  lolos di kecamatan lainnya. Padahal, seharusnya jika salah satu calon petugas Panwascam ikut serta dikecamatan Sako, dia harus lulus di wilayah tersebut. Bukannya lolos dikecamatan lainnya.

 “Ini yang membuat kita bertanya-tanya. Ada apa ini. Apakah memang ada permainan money politik atau apa,” terang Renol. 

Sejauh ini sebanyak 54 petugas PPS dari 18 kecamatan yang terbagi setiap kecamatan 3 orang, sudah dinyatakan lulus dan dilantik oleh Bawaslu kota Palembang. 

“Sebenarnya sudah kita tanyakan ke Bawaslu, mengapa bisa terjadi seperti itu. Namun, tidak ada satu orang komisioner Bawaslu, yang mau menjawab. Malah handphone mereka dimatikan,” paparnya. 

Karena itu, menurut Renol, dirinya akan melaporkan permasalahan ini ke Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan apabika  tidak digubris, maka dirinya akan ke Jakarta. 

“Saya akan ke Bawaslu RI dan DKPP. Mempertanyakan permasalahan ini. Karena ini menyangkut kredibilitas Bawaslu dan adilnya pemilihan umum kepala daerah yang akan datang,” ujarnya. 

Sementara Ketua Bawaslu Palembang Yusnar mengungkapkan, adanya perbedaan peserta yang tes CAT lolos di Kecamatan lain, jika hal itu salah input dan telah dibuatkan berita acara. 

"Petugas adhock yang telah kami bentuk itu kesalahan administrasi, dari staff kami dari pengimputan data yang mereka pilih. Tapi itu sudah diperbaiki di berita acara yang dituangkan dalam pleno, dan kami sudah mengklarifikasi surat pernyataan, dan itu tidak ada perubahan lagi, ' tandasnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved