Banjir di OKU

BPDB Sumsel Mencatat, Ada 10 Kecamatan dan 10.816 Unit Rumah di OKU Yang Terdampak Banjir

Banjir di OKU mengakibatkan 11.915 KK dengan jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 45.208 dan 11.302 orang mengungsi

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: adi kurniawan
Handout
Banjir di OKU mengakibatkan 11.915 KK terdampak dengan jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 45.208 dan 11.302 orang mengungsi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan melaporkan sudah menghitung nilai kerugian dari dampak banjir yang terjadi di wilayahnya. 

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumsel, Sudirman mengatakan, berdasarkan laporan dari BPBD OKU ada 10 Kecamatan terdampak banjir yaitu Kecamatan Baturaja Barat, Baturaja Timur, Lubuk Batang, Peninjauan, Sosoh Buay Rayap, Ulu Ogan, Semending Aji, Muara Jaya, Pengandonan, dan Lengkiti.

"Pada hari Rabu, 22 Mei 2024 telah terjadi hujan dengan intensitas sangat lebat di beberapa wilayah Kecamatan Lengkiti, Kecamatan Ulu Ogan dan wilayah lainnya," kata Sudirman, Minggu (26/5/2024).

Masih kata Sudirman, akibatnya menyebabkan terjadinya banjir bandang serta banjir luapan di beberapa wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten OKU.

Rekapitulasi dampak dan kerugian akibat bencana banjir di Wilayah Kabupaten OKU mulai tanggal 22-24 Mei
2024, yaitu rumah yang terdampak/terendam sebanyak 10.816 unit rumah, rumah rusak berat 90 unit.

Jumlah KK yang terdampak sebanyak 11.915 KK, jumlah Jiwa yang terdampak sebanyak 45.208 jiwa dan dua orang masih dalam pencarian, lalu warga yang mengungsi sebanyak 11.302 orang.

Baca juga: Nenek Sesmi Korban Banjir di Kabupaten OKU Akhinya Ditemukan Tersangkut di Pohon Pinang Sungai Tebe

Sedangkan fasilitas pendidikan yang terdampak 18 unit gedung sekolah.

Kemudian fasilitas Rumah Ibadah sebanyak 14 unit, Fasilitas Kesehatan 1 unit Puskesdes dan fasilitas pemerintah, 1 unit gedung TPS. 

"Kondisi terkini, secara umum untuk wilayah ogan bagian hulu, lengkiti, sosoh buay rayap dan kota baturaja, serta sebagian wilayah kecamatan lubuk batang, air sudah surut  dan menuju pemulihan," katanya .

Wilayah hilir yaitu sebagian wilayah kecamatan lubuk batang, peninjauan dan Kedaton Peninjauan Raya sedang memasuki awalan genangan banjir, yang biasanya baru akan surut setelah 3- 5 hari.

Seluruh desa sudah mendapatkan jangkauan bantuan, baik berupa penyaluran bahan sembako untuk dapur umum, maupun pemberian paket sembako bagi warga yang sudah mampu menyiapkan/mengolah makanan secara mandiri.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved