Pembunuh di Muratara Divonis Mati
BREAKING NEWS : 2 Terdakwa Pembunuh Adik Bupati Muratara Divonis Mati
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ariansyah dan terdakwa Arwandi dengan hukuman mati," ujar Majelis Hakim.
Karena tersinggung dengan ucapan korban, Arwandi pun pulang ke rumah untuk mengambil parang dan datang kembali ke lokasi lalu melakukan pembacokan ke korban dan satu orang lainnya bernama Deki.
Setelah melakukan pembacokan, pelaku melarikan diri dan korban langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
Nahas, nyawanya tak tertolong setelah mendapatkan luka bacok di kepala dan wajahnya.
Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukan oleh adik kakak Ariansyah (35) dan Arwandi (28) karena sakit hati.
Tersangka Arwandi sakit hati karena diusir oleh korban saat datang di pertemuan antar warga Desa Belani, Kabupaten Muratara.
"Motifnya sakit hati karena diusir dipertemuan antar warga," kata Anwar, Jumat (8/9/2023) saat press rilis di Mapolda Sumsel.
Pelaku Arwandi yang semula masuk ke dalam rumah di lokasi pertemuan yang membahas bisnis diusir korban, pada Selasa (5/9/2023) malam.
Arwandi langsung masuk ke dalam ruangan untuk mengetahui apa yang dibahas di acara tersebut.
Lalu, korban Abadi menegur Arwandi menanyakan kenapa ia hadir di acara itu.
Abadi menegaskan bahwa acara itu merupakan pertemuan internal, sehingga Arwandi tak diperkenankan hadir mengikuti acara tersebut.
Arwandi yang diduga tersinggung dengan ucapan Abadi pun langsung pulang ke rumah mengambil parang.
Arwandi datang kembali bersama saudara kandungnya, Ariansyah ke lokasi dan langsung membacok Abadi dan adiknya Deki.
"Tidak terima diusir pelaku menemui kakaknya dan mengadu jika dia diusir. Disitulah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, " tuturnya.
Rumah pelaku dibakar
Tak lama setelah pembacokan, rumah pelaku dibakar oleh orang tak dikenal (OTK).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pembunuh-adik-bupati-muratara-divonis-mati.jpg)