Breaking News

Pilpres 2024

Tak Hanya Andalkan APBN, Siasati Penghematan Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Budiman Sudjatmiko menjelaskan jika program makan siang dan susu gratis nantinya tidak hanya mengandalkan APBN

|
Editor: Abdul Hafiz
WARTAKOTA
DOK. Peretmuan Prabowo Subianto (kiri) dengan Budiman Sudjatmiko (kanan) di Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). 

SRIPOKU.COM - Meski KPU (Komisi Pemilihan Umum) belum resmi mengumumkan Prabowo-Gibran yang terpilih sebagai Presiden RI 2024-2029, namun riak-riak baik bernada minor maupun positif sudah banyak yang mengomentari program makan siang dan susu gratis yang dikampanyekan selama ini.

Bahkan pro kontra juga mencuat manakala anggaran yang akan dipakai nantinya sempata disebutkan bakal mengalihkan dengan mengurangi subsisi Migas keperluan masyarakat dan subsidi lainnya. 

Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko baru-baru ini menjelaskan jika program ini nantinya tidak hanya mengandalkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) saja.

"Program ini tidak hanya melalui pendekatan pembelanjaan hilir atau langsung belanja porsi makan tanpa menyiapkan sumber bahan pangannya dan mengandalkan APBN saja, agar program ini lebih berdampak secara pertumbuhan dan kemandirian ekonomi nasional," ungkap Budiman Sudjatmiko, Kamis (22/2/2024).

 

Dijelaskan Budiman,

BUDIMAN 02
Budiman Sudjatmiko

Prabowo‐Gibran juga telah merencanakan program ini akan dibangun dengan format kolaborasi para pemangku kepentingan di sektor industri pangan nasional.

Ia menerangkan pembelanjaan hulu, hilirisasi komoditi pangan skala kabupaten, serta konsep collaborative farming yang melibatkan industri pangan nasional akan mewarnai implementasi program makan siang dan susu gratis.

"Desa akan diandalkan sebagai basis produksi komoditi dan bahan pangan yang dibutuhkan untuk menyediakan makan siang dan minum susu gratis.

Diperkirakan sekitar 10 ribu desa dari total 74.961 desa bisa dilibatkan memproduksi padi untuk memenuhi kebutuhan program ini," katanya.

Lebih lanjut, Budiman mengatakan nantinya ada 20 ribu desa bisa membangun peternakan ayam pedaging dan petelur, penggemukan sapi serta usaha sapi perah.

Selain itu ada 2 ribu desa nelayan yang dapat diandalkan untuk penyediaan ikan segar, serta ribuan desa lainnya dilibatkan dalam pemenuhan kebutuhan sayur mayur, buah‐buahan hingga bumbu masak untuk penyediaan makan siang gratis.


Di sisi lain, BUMDES atau Badan Usaha Milik Desa, UMKM dan koperasi akan dikonsolidasikan untuk menyusun rantai pasok khusus penyediaan kebutuhan bahan pangan program ini.

Sementara itu, industri besar pangan nasional bisa berperan untuk mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, serta penerapan teknologi pertanian sehingga production spillover yang dihasilkan dapat dinikmati oleh industri pangan tersebut secara efektif dan efisien.

Dengan pendekatan ini, Budiman memperkirakan nantinya akan terjadi penghematan hingga 40‐50 persen dari kebutuhan pembiayaan program dari sumber APBN jika hanya melakukan pembelanjaan hilir.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved