Pilpres 2024

Anies-JK-Muhaimin Dilaporkan ke Bawaslu Sehari Jelang Pemilu 2024 

Sehari menjelang digelarnya Pemilu 2024, pasangan calon Capres dan Wawapres nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dilaporkan ke Bawaslu

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abdul Hafiz
TRIBUNNEWS.COM
Mantan Wapres Jusuf Kalla, Paslon Capres-Cawapres RI 2024, Anies-Muhaimin 

"Ini akan merusak pemilu kita dan membuat hasil menjadi cacat etik. Jangan lakukan kecurangan lagi, mumpung masih ada 2 hari. Jangan dikerjakan karena ini merusak semua, seperti pertandingan sepak bola yang kemudian segalanya serba diatur sampai skornya diatur. Marah penonton," ujarnya, Senin (12/2).

Anies lantas mewanti-wanti untuk berhati-hati dengan rakyat. Sebab begitu mereka dimanipulasi padahal menginginkan adanya transparansi, mereka bisa saja meresponsnya dengan cara yang tak terduga.

"Hati-hati dengan rakyat yang dimanipulasi, sementara mereka menginginkan adanya transparansi dan kejujuran. Hati-hati, karena rakyat akan merespons seluruh tidak kecurangan itu dengan cara yang kita tidak tahu," imbuh Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tersebut.

"Jadi betul-betul harus hati-hati. Jangan pernah melawan yang disebut sebagai kemauan rakyat dalam sebuah pemilu. Itu jangan dimanipulasi," tegasnya.

Komentar Cak Imin

Cak Imin, merespons dirilisnya film dokumenter besutan jurnalis sekaligus sutradara Dandhy Dwi Laksono.

Ia menyebut kecurangan pemilu yang dilakukan siapa pun harus disuarakan, sebab terlalu mahal biaya yang dikeluarkan untuk pemilu dengan cara-cara curang.


Hal itu disampaikan Cak Imin, usai berziarah ke makam KH. Abdul Wahab Hasbullah, di Jombang, Jawa Timur, Senin (12/2/2024).

"Kecurangan yang ditimbulkan oleh paslon mana pun harus fair kita melihat dan kita kritisi sebagai sesuatu yang tidak boleh terjadi," ujar Cak Imin.

"Karena terlalu mahal, biaya politik, biaya anggaran negara untuk sebuah pemilu yang ingin melahirkan sebuah kepemimpinan pemerintahan yang sukses," imbuhnya.

Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan pemilu yang curang tidak akan mendapatkan legitimasi dari masyarakat.

Sebab itu, Cak Imin mengingatkan kepada semua pihak agar tidak merusak demokrasi denfan melakukan cara-cara curang pada pemilu 2024.

"Kalau terjadi kecurangan, kelihatan curang itu ya sebaiknya jangan dilihat sebagai legitimasi, (karena) menjadi tidak legitimate hasil pemilu. Maka hancur semua selama lima tahun kita," ujar Wakil Ketua DPR RI itu.

"Yang paling sulit, bagi kita menghindarkan kerusakan dan keburukan yang akan terjadi akibat pemilu yang terindikasi itu (curang)," tandasnya.


Komentar Jusuf Kalla

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved