Perampokan Toko Emas di PALI

Perampok Toko Emas di PALI Tertangkap, Korban Ngaku Senang dan Siap Buka Usaha Lagi

Budi mengaku senang tiga orang pelaku bersenjata Api yang merampok tokonya di pasar Inpres Pendopo Talang Ubi

Penulis: Apriansyah Iskandar | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Apriansyah Iskandar
Budi pemilik toko emas Fateha PALI. 

SRIPOKU.COM, PALI- Pemilik Toko Emas Fateha, Budi mengaku senang tiga orang pelaku bersenjata Api yang merampok tokonya di pasar Inpres Pendopo Talang Ubi Kabupaten PALI sudah ditangkap.


Ia merasa legah dan bersyukur setelah mendapatkan kabar bahwa pelaku perampokan emas di tokonya sudah ditangkap oleh Tim Jatanras Polda Sumsel pada hari ini Senin (6/11/2023).


Saat ditemui oleh Sripoku.com usai menunaikan sholat isya di sebuah masjid kawasan Pelita Kecamatan Talang Ubi, Budi Pemilik Toko Emas Fateha mendapatkan kabar penangkapan para pelaku tersebut pada siang tadi.


"Tadi siang saya ditelpon oleh keluarga yang ada di Polda, kalau dua pelaku perampokan tersebut sudah berhasil ditangkap oleh Jatanras,"ungkapnya, Senin (6/11/2023) malam.


"Perasaan saya saat ini legah dan bersyukur setelah mendapatkan informasi bahwa kedua pelaku sudah ditangkap," katanya.


Diceritakan Budi, Aksi perampok bersenjata Api yang menyatroni toko serta menodongkan senjata api kepada dirinya dan istrinya bernama Asma.

Sampai saat ini kejadian tersebut masih membuat syok Ia bersama istrinya.


Saat ditanya kondisi istrinya saat ini, yang pada pada saat perampok kabur istrinya berteriak histeris bahkan pinsan.

Budi mengatakan kalau kondisi istrinya sampai saat ini masih mengalami syok atas kejadian tersebut dan belum mau keluar rumah.


"Saya aja kalau sekarang lihat orang asing lalu lalang merasa was-was sampai saat ini," jelasnya.


Budi mengatakan, pada saat kejadian perampokan tersebut bahwa dirinya hendak mengambil kunci motor yang ada di toko dan akan pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Dzuhur.


Namun, waktu dirinya baru masuk kedalam Toko, yang mana saat itu ada istri nya berada  didalam toko.

Tiba-tiba datang 3 orang pria menggunakan dua sepeda motor masuk kedalam toko dan langsung menodongkan senjata api kepada dirinya dan istrinya.


Ketiga pelaku langsung mengancam agar dirinya tidak melakukan perlawanan dan berteriak minta tolong.


"Saya dan istri saya cuma bisa diam dan melihat pelaku mengambil semua emas didalam Etalase, kalau melakukan perlawanan atau berteriak minta tolong takut nya istri saya ditembak oleh pelaku,"ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved