Pak Ambo Nangis Lihat Buaya Riska di Penangkaran, Tak Mau Makan dan Sempat Ngamuk di Dalam Truk

Arif mengklaim bahwa kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan aman mengingat buaya memiliki kemampuan 'berpuasa' hingga bulanan.

Handout BKSDA Kaltim
Polisi berpose dengan buaya yang berhasil ditangkap dari Sungai Guntung, pada Selasa (3/10/2023) dini hari. 

"Cuma bedanya kalau masa karantina ini tidak boleh terlalu banyak orang."

"Takutnya stres, sakit, sampai nggak mau makan," kata Arif.

Sebab itu dirinya menekankan agar tidak ada aktivitas berlebihan dari para pengunjung.

Arif berharap bahwa buaya Riska dapat kembali berinteraksi dengan manusia setelah masa karantina selesai.

Buaya Riska, dievakuasi ke Penangkaran Teritip di Balikpapan
Buaya Riska, dievakuasi ke Penangkaran Teritip di Balikpapan. Buaya tersebut dikarantina selama 3-7 hari dan akan tetap berada di penangkaran setelah masa karantina selesai.

===

Sempat ngamuk sebelum turun dari truk

Buaya Riska dilaporkan sempat mengamuksebelum diturunkan dari truk saat sudah berada di penangkaran.

Dalam perjalanan panjang dan melelahkan dari Bontang ke Balikpapan, Buaya Riska diduga stres'sehingga sempat mengamuk sesaat sebelum diturunkan.

Menurut Manajer Operasional Penangkaran Teritip Balikpapan, Arif Anggoro, setelah diturunkan, Buaya Riska tersebut tampak jinak.

"Kemungkinan stres selama perjalanan."

"Pas masih perjalanan, saya tanya sama sopirnya, banyak bergerak."

"Jadi agak lambat perjalanan dari Bontang ke Balikpapan," ujar Arif, Kamis (5/10/2023).

Sejauh pengamatannya saat Ambo datang menjenguk, Amboterlihat tampak sedih saat bertemu Buaya Riska di penangkaran.

Ia bahkan sempat menangis.

"Dari awal datang itu juga sedih, menangis."

"Terus hari ini juga sedih, nangis, pas ketemu Buaya Riska," ujar Ambo.

Menurut Arif, Pak Ambo direncanakan akan menunggu selama 3 hari di Balikpapan.

Dalam rentang waktu tersebut, Ambo bakal berkunjung ke Penangkaran Teritip tiap hari.

"Mungkin bakal setiap hari ke penangkaran, tapi yang penting dalam pengawasan BKSDA," ujar Arif.

===

Simak berita Sripoku.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved