Bayi Tertukar di Bogor

Terlanjur Sayang, Dian Prihatini Jatuh Pingsan Tahu Anak yang Disusui Setahun Bukan Anaknya

Sebelumnya, polisi menyatakan hasil tes DNA atau asam deoksiribonukleat silang terhadap kedua ibu dan bayi 99,9 persen tidak identik alias tertukar.

Tangkapan layar Kompas TV
Dian Prihatini, ibu dari bayi yang tertukar di Rumah Sakit Sentosa, Bogor, Jawa Barat, membeberkan alasan dirinya bersedia melakukan tes DNA 

SRIPOKU.COM, BOGOR -- Kasus bayi tertukar yang terjadi di Bogor memberikan pukulan menyakitkan bagi Dian Prihatini (33).

Selain Siti Mauliah (37), wanita asal Talang Hajur, Bogor, Jawa Barat ini harus menerima kenyataan pahit jika sang anak yang dilahirkan tertukar dengan anak dari Siti.

Bahkan saat mengetahui hasil tes DNA silang yang dilakukan beberapa waktu lalu, Dian mengaku sempat jatuh pingsan.

Saat itu Kapolres, keluarganya dan Siti Mauliah membantu Dian yang saat itu pingsan di hadapan mereka.

Sebelumnya, polisi menyatakan hasil tes DNA atau asam deoksiribonukleat silang terhadap kedua ibu dan bayi 99,9 persen tidak identik alias tertukar dari orangtua biologisnya.

"Syok, jujur aja, saya sampai pingsan di sini."

"Sampai enggak sadar."

"Karena saya tidak nyangka, kok benar ternyata ada kejadian seperti ini ke saya (bayi tertukar)," ucap Dian berkaca-kaca saat ditemui Kompas.com di ruang Unit Reskrim Mapolres Bogor, Cibinong, Jumat (1/9/2023).

Dian Prihatini (33), salah satu ibu bayi tertukar di Bogor, Jawa Barat, harus menelan pil pahit karena telah berpisah dengan anak kandungnya usai melahirkan secara caesar di Rumah Sakit (RS) Sentosa pada Selasa (19/7/2022) atau setahun silam.
Dian Prihatini (33), salah satu ibu bayi tertukar di Bogor, Jawa Barat, harus menelan pil pahit karena telah berpisah dengan anak kandungnya usai melahirkan secara caesar di Rumah Sakit (RS) Sentosa pada Selasa (19/7/2022) atau setahun silam. (KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN)

Menghadapi kenyataan itu, Dian dan suaminya, Hartono, langsung histeris menggendong anak kandungnya.

Begitu pula dengan Ibu Siti Maulia yang sudah menunggu-nunggu kepastian bayinya.

Akhirnya, masing-masing dari dua ibu ini bisa merasakan pelukan bayi biologisnya atau bayi kandungnya.

Dian tak menyangka bahwa anak pertamanya telah tertukar selama setahun.

Dian mengatakan, dari awal ia sangat yakin bahwa bayinya tidak tertukar.

Sebab, ketika itu tidak ada kejanggalan dari bayi yang dibawanya pulang dari rumah sakit pada Kamis (21/7/2022).

Kedua ibu dari bayi yang tertukar di Bogor, Jawa Barat, berpelukan setelah mengetahui hasil tes DNA silang yang diumumkan oleh kepolisian di Mapolres Bogor, Cibinong, Jumat (25/8/2023).
Kedua ibu dari bayi yang tertukar di Bogor, Jawa Barat, berpelukan setelah mengetahui hasil tes DNA silang yang diumumkan oleh kepolisian di Mapolres Bogor, Cibinong, Jumat (25/8/2023). (KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN)

"Saya yang merasa dari awal tidak ada perbedaan, tidak merasa ada kejanggalan."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved