Bayi Tertukar di Bogor

Pengumuman Hasil Tes DNA Bayi Tertukar di Bogor Segera Diungkap, Polres Bogor Sebut Soal Transparan

Kedua keluarga kini harap-harap cemas sedang menunggu tes DNA diumumkan oleh pihak Polres Bogor.

Editor: pairat
Kolase Sripoku.com/Instagram
Hasil tes DNA bayi tertukar di Bogor diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan. 

SRIPOKU.COM - Kasus dugaan bayi tertukar di Bogor akan segera terungkap.

Pasalnya kedua ibu bayi, yakni Siti Mauliah dan ibu D masing-masing sudah melakukan tes DNA silang.

Kedua keluarga kini harap-harap cemas sedang menunggu tes DNA diumumkan oleh pihak Polres Bogor.

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

Ia menuturkan bahwa hasil tes DNA silang terkait bayi diduga tertukar bakal segera diumumkan pihaknya.

Ibu bayi tertukar di Bogor kepada anak yang dirawatnya.
Ibu bayi tertukar di Bogor kepada anak yang dirawatnya. (Kolase)

Hasil tes DNA ini dia perkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

"Kemungkinan akhir minggu ini atau awal minggu depan kita akan menyampaikan hasil tes DNA dari Puslabfor Mabes Polri," kata AKP Yohannes Redhoi Sigiro kepada wartawan, Rabu (23/8/2023).

Sementara ini pun, Yohannes masih belum bisa memberikan keterangan perkembangan detil terkait kasus diduga bayi tertukar ini.

Seperti kejelasan terkait ada tidaknya tindak pidana, soal gelang bayi, hingga unsur kelalaian atau kesengajaan.

Yohannes mengaku pihaknya masih harus menunggu hasil tes DNA dari Puslabfor Mabes Polri.

"Tes DNA dilakukan secara silang. Maka dari kedua pasangan suami istri ini bersama anaknya akan dilakukan cross check atau cross DNA. Nanti akan terlihat menurut fakta dan ilmiah bahwa bayi ini tertukar atau tidak. Kita tunggu bersama, kita akan melaksanakan penyelidikan dan penanganan perkara ini secara profesional dan transparan," ungkap AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

Yohannes juga menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya telah memeriksa saksi sebanyak 9 orang terkait dugaan bayi tertukar ini baik dari pihak pengadu maupun dari pihak rumah sakit.

Kondisi Mental D Usai Jalani Tes DNA

Sama-sama datangi Puslabfor Polri di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, dua ibu bayi yang diduga tertukar akhirnya siap menjalani tes DNA.

Seperti yang dijadwalkan, kedua ibu bayi yang diduga tertukar di Bogor ini adalah Siti Mauliah dan ibu berinisial D akan menjalani tes DNA (silang) yang dijadwalkan sekitar pukul 10.00 WIB tadi.

Setelah menemui perdebatan panjang, keduanya akhirnya mau melakukan tes DNA untuk mengetahui anak biologis dari bayi diduga tertukar usai melahirkan Juli 2022 lalu.

Pantauan Tribunnewsbogor.com, sekitar pukul 10.58 Ibu D keluar meninggalkan Gedung Puslabfor yang dijaga ketat petugas ini.

Awalnya Ibu D ini memarkirkan mobilnya di luar gerbang Puslabfor.

Namun kemudian memilih minta dijemput langsung menggunakan mobil dari dalam area Puslabfor demi menghindari sorotan kamera awak media di pintu gerbang.

Kuasa Hukum Ibu D, Michael Sigalingging menjelaskan bahwa secara psikologis dan mental Ibu D enggan terekam kamera media.

"Secara psikologis dan mental sih, karena ini kan permasalahannya dugaan tertukarnya ini kan bukan barang, ini kan anak, itu yang harus kita cermati sama-sama. Jadi dari pihak ibu, ayah dan anak juga tidak mau ke depannya kalau ada media kan meninggalkan jejak digital ya, mungkin itu yang membuat klien kami gak mau muncul di media," kata Michael Sigalingging kepada wartawan.

Terkait Tes DNA sendiri, kata dia, dilakukan terhadap ayah, ibu dan anak dari masing-masing kedua pihak.

Hasil tes DNA ini diperkirakan akan keluar 3 sampai 7 hari ke depan.

"Informasi di dalem sih tiga sampai tujuh hari ya (hasilnya keluar). Ini kan difasilitasi Polres Bogor, kita follow up ke Polres Bogor nanti seperti apa," kata Michael Sigalingging.

5 Perawat dan Bidan Dinonaktifkan

Kasus bayi tertukar di Bogor, Rumah Sakit Sentosa, Bogor, Jawa Barat kini sudah menonaktifkan lima orang perawat dan bidan.

Hal ini lantaran bidan dan perawat tersebut dianggap lalai memasang gelang identitas hingga bayi Siti Mauliah (37) tertukar.

Keputusan tersebut diambil menyusul tujuh orang telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Unit Reskrim Polres Bogor.

"Awalnya 15 orang yang mau disanksi, tapi kan kita harus melihat dong berapa orang yang kemudian terlibat," ujar Juru Bicara RS Sentosa, Gregg Djako saat dihubungi Kompas.com, Minggu (20/8/2023).

"Kita mendalami dan mencari mana yang paling berperan dan mengetahui betul peristiwanya. Jadinya yang 10 orang kita SP1 aja. Sedangkan yang lima perawat dan bidan dinonaktifkan atau dibebastugaskan," ungkapnya.

Gregg mengatakan, para bidan dan perawat yang disanksi telah dipindahkan ke bagian administrasi untuk sementara waktu.

"Mereka di satu depertemen ini dinonaktifkan untuk tidak memegang bagian itu (persalinan)," ujar Gregg.

Sebelumnya diberitakan, bidan dan perawat RS Sentosa diperiksa Unit Reskrim Polres Bogor.

Mereka diperiksa sebagai saksi yang menangani persalinan atau kelahiran bayi warga Bogor bernama Siti Mauliah yang tertukar.

Hasil pemeriksaan selama 10 jam, ada unsur kelalaian saat memasang gelang ke bayi Siti alias gelang dobel atau dua gelang dengan satu nama yang sama, yakni nama pasien B (sebutan dari rumah sakit).

Untuk mengungkap kasus bayi tertukar tersebur, polisi akan melakukan tes DNA terhadap pasien B.

"Pemeriksaan DNA atau tes DNA kemungkinan besar akan kami lakukan di minggu depan," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bogor AKP Yohannes Redhio Sigiro, dikutip dari Kompas TV.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Polisi Segera Umumkan Hasil Tes DNA Bayi Diduga Tertukar di Bogor.

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved