Buya Menjawab

Buya Menjawab: Sholawat Nariyah, Bidah?

Teruskan kebiasa ananda mewiridkan sholawat tersebut, abaikan saja pendapat yang menyatakan syirik dan bid’ah tersebut.

Editor: Bejoroy
https://iqra.id/
Sholawat Nariyah. 

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, ada pernyataan melalui internet oleh pimpinan salah satu ormas Islam bahwa sholawat Nariyah (ada juga yang menamainya sholawattul Munfarijah (Pembebasan) itu berisikan kesyirikan. Padahal kami sudah bertahun-tahun mewiridkan sholawat tersebut. Mohon penjelasan buya. Terimakasih.
08526840xxxx

Wassalamu’alaikum.Wr.Wb.
Ananda, SHOLAWAT adalah permohonan kepada Allah SWT agar memberikan berkah, keselamatan, dan rahmat kepada Nabi Muhammad Saw. beserta keluarga dan para sahabatnya.

Begitu pula Allah memberikan keberkahan yang sempurna (sholawat) kepada orang-orang yang mengucapkan istirjak (INNA LILLAAHI WAINNAA ILAIHI ROOJI’UUN) ketika mendapat musibah. Sebagaimana dalam surah al-Baqarah ayat 157: “ULAAIKA ‘ALAIHIM SHOLAWAATUMMIRROBBIHIM WAROHMAH...” Artinya: "mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka...” (Al-Baqarah:157)

Ananda Solawat Nariyah atau sholawatul Munfarijah (Pembebasan) itu sbb: ALLAHUMMA SHOLLI SHOLAATAN KAAMILATAN WASALLIM SALAAMAN TAAMMAN ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADINI LLAZII TANHALLU BIHIL ‘UQODU, WATANFARIJU BIHILKUROBU WATUQDLO BIHIL HAWAAIJU WATUNAALU BIHIRROGHOOIBU WAHUSNUL KHOWAATIM WAYUSTASQOL GHOMAAMU BIWAJHIHIL KARIIMI, WA’ALAA AALIHII WASHOHBIHII FII KULLI LAMHATIN WWANAFASIN BI’ADADI KULLI MA’LUUMIN LLAKA.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Terjemahannya: ”Wahai Allah. Limpahkanlah keberkahan (sholawat) dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami, Muhammad, pada setiap pandangan mata dan embusan napas makhluk Engkau sebanyak bilangan dalam pengetahuan Engkau. Karena kekuasaan Engkau-lah terlepas belenggu kesempitan kehidupan, hilang kesusahan, terpenuhi berbagai kebutuhan, terjangkau segala yang diinginkan, tercapai akhir kehidupan yang baik, serta turun hujan dari awan. Juga keberkahan (sholawat) kepada keluarga dan sahabatnya.”

Coba pahami dengan cermat, dimana adanya kesyirikan di dalam sholawat tersebut?

Di dalam surah al-Ahzabayat 56 Allah menyatakan: INNALLAHA WAMALAAIKATAHU YUSHOLLUUNA ‘ALANNABIYI YAA AYYUHALLAZINA AAMANUU SHOLLUU ‘ALAIHI WASALLIMUU TASLIIMAA. Artinya: ”Sesungguhnya Allah (menganugerahkan keberkatan) dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat (memohonkan keberkatan kepada Allah SWT) atas Nabi Muhammad Saw. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu (berdo’alah untuk keberkatan) Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (mohonkan keselamatan untuknya).” (al-Ahzab:56)

Orang yang menyatakan sholawat di atas dan termasuk shalawat badar syirik dan bid’ah, karena cara berpikir mereka yang tekstual, sehingga tidak boleh bersholaolawat selain lafaz yang digunakan dan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. yaitu: ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD...

Karenaitu sholawat badar yang berlafaz: SHOLAATULLAH SALAAMULLAHI ‘ALAA THOOHAA ROSUULILLAHI... yang artinya: "Semoga Allah mencurahkan sholawat (keberkatan) dan kesejahteraan kepada TOO HAA (Muhammad) utusan Allah. Oleh kelompok tekstual tersebut dibid’ahkannya.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Termasuk cara berpikir tekstual ini juga yang melarang Khutbah Jum’at berbahasa Indonesia, karena Nabi Muhammad SAW. tidak melakukannya kecuali berbahasa Arab.

Mereka menerjemahkan ucapan di dalam sholawat Nariyah: TANHALLU BIHIL UQODU dengan arti ”Segala ikatan dan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihiwasallam” padahal artinya yang benar adalah “Karena kekuasaan Engkaulah (YA ALLAH) terlepas belenggu kesempitan kehidupan ”

WA TANFARIJU BIHIL KUROBU, MEREKA TERJEMAHKAN: ”Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam”. Padahal makna yang benar adalah: "Dan karena kekuasaan Engkau (yang memberikan keberkatan dan kesejahteraan) hilang segala kesusahan”.

WATUQDLOO BIHIL HAWAAIJ, MEREKA TERJEMAHKAN: ” Segala kebutuhan bisa terkabul karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam”. Padahal arti yang benar dan tidak syirik adalah: ” Dan dengan kekuasaan Engkau (Ya ALLah yang memiliki kemampuan menganugerahkan keberkatan dan kesejahteraan) terpenuhi berbagai kebutuhan”.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved