Buya Menjawab
Cara Menyambut Tahun Baru Islam
Melaksanakan sholat Ashar berjama’ah, setelah zikir sesudah sholat, mengadakan ceramah “Muhasabah” melakukan perhitungan diri,
Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, bagaimana cara kita ummat Islam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram dan hari Asyura 10 Muharram. Tolong bimbingannya, Buya. Terimakasih.
08127359xxxx
Jawab:
Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
Tata cara menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H. Pada akhir tahun 1444 H. Penghujung bulan Zulhijjah, melaksanakan sholat Ashar berjama’ah, setelah zikir sesudah sholat, mengadakan ceramah “Muhasabah” melakukan perhitungan diri, sampai sejauh mana sebagai seorang muslim, kita melakukan amal ibadah dan kegiatan sosial, apakah ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya atau malah menurun.
Siapa yang amal ibadah dan kegiatan sosialnya tahun ini sama dengan tahun kemaren, dia termasuk orang yang merugi (Khosir), jika menurun dia termasuk orang yang terkutuk (mal’uunun), jika tahun ini melebihi tahun kemarin, maka dia termasuk orang yang menang. Sesudah acara muhaasabah menjelang Maghrib berdo’a akhir tahun.
Berikutnya sholat Maghrib berjama’ah, zikir dan berdo’a awal Tahun. Sholat Ba’diyyah Maghrib dilanjutkan dengan membaca surah Yaasiin 3 kali dengan niat yang berbeda pada setiap pembacaan. Niat pertama meminta dipanjangkan umur untuk beribadah kepada Allah SWT. Niat kedua, meminta diberi rezki yang banyak dan halal sebagai bekal beribadah kepada Allah SWT. Dan niat ketiga, memohon dikuatkan iman.
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan harom; Zul qaidah, Zul hijjah, Muharram dan Rajab. Berpuasa satu hari pada bulan harom tersebut setara dengan berpuasa 30 hari di bulan-bulan lain selain Ramadlan. Puasa satu hari di bulan Ramadlan setara dengan 30 hari berpuasa di bulan-bulan harom. Jika berpuasa di hari Asyura, dapat menebus dosa selama satu tahun.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:
Hisyam Urwah dari Aisyah, menyatakan: Masyarakat Quraisy sudah terbiasa melakukan puasa hari ‘Asyura sejak zaman jahiliyah, demikian pula Nabi Muhammad Saw. melakukan puasa sejak di Mekkah hingga ke Madinah (sesudah Hijrah), lalu Sabda beliau:” Dulu aku pernah memerintah kalian berpuasa ‘asyura (dengan wajib), sekarang terserah dengan kalian, siapa melakukannya boleh, dan yang tidak juga boleh( berarti ada perubahan hukum dari wajib ke sunnah).
Disebut ‘Asyura karena bertepatan dengan tgl 10 Muharram, dan menurut pendapat lain, disebut ‘Asyura karena para Nabi dimulyakan dengan 10 kehormatan;
1. Diterima taubatnya Nabi Adam As
2. Diangkatnya derajat Nabi Idris As
3. Mendaratnya kapal Nabi Nuh As
4. Dilahirkan dan dilantiknya Nabi Ibrahim selaku Khalilullah, serta diselamatkannya dari kobaran api Namrudz.
5. Diterimanya taubat Nabi Daud As
6. Diangkatnya Nabi Isa AS. ke langit
7. Diselamatkannya Nabi Musa As. dari kejaran Fir’un
8. Ditenggelamkannya Fir’un
9. Dikeluarkannya Nabi Yunus dari perut ikan
10. Dikembalikannya kerajaan Nabi Sulaiman As
Momentum sepuluh Muharram ini, dimanfaatkan dengan kegiatan menyantuni anak-anak yatim, dengan mengumpulkan dana dari para dermawan dan didistribusikan, kepada anak-anak yatim yang dibina di Panti Asuhan atau yang tinggal bersama keluarganya.
Demikian sebagian dari kegiatan menyambut tahun baru Islam yang pertukaran harinya dalam tahun qomariah adalah ketika tenggelamnya matahari, atau masuk waktu Maghrib. Terimakasih pertanyaannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/20-Ucapan-Tahun-Baru-Islam-2023.jpg)