Opini: Pendidikan Nilai Berkurban
Ibadah kurban juga memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat mencerdaskan manusia, baik kecerdasan intelektual, spiritual, emosional maupun sosial.
Ketujuh, Nilai Pendidikan Dialogis, hal ini yang dilakukan Nabi Ibrahim a.s. dengan memberitahukan Ismail tentang mimpinya agar dapat dipahami oleh Ismail yang masih remaja. Cara berdiskusi ini melatih untuk berargumentasi, ketangguhan dan keteguhan untuk patuh kepada Allah dan orang tuanya. Ini merupakan keberhasilan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah dengan kecerdasan akal tetapi lebih mendahulukan wahyu dalam mendidik anaknya. Sikap kepatuhan Ismail dapat dipahami sebagai indikator keberhasilan pendidikan metode dialog.
Kedelapan, Pendidikan Demokratis, Nabi Ibrahim a.s. tidak mengatakan “Saya ingin menyembelihmu karena perintah Allah”, akan tetapi mengatakan “saya diperintahkan Allah menyembelihmu, bagaimana pendapatmu mengenai perintah itu?” Kalimat dalam pertanyaan ini menunjukkan keyakinan Nabi Ibrahim a.s. akan kewajiban melaksanakan penyembelihan, namun Nabi Ibrahim a.s.masih menanyakan pendapat Ismail mengenai penyembelihan itu. Suatu sikap demokratis yang perlu diteladani dalam mendidik anak–anak. Tentu hal ini agar mereka kelak berkembang menjadi anak yang terbuka dalam menghadapi persoalan dalam hidupnya.
Berdasarkan uraian tersebut, sudah sepatutnya setiap muslim di samping berusaha menunaikan ibadah kurban, pada saat yang sama ia dapat menyerap dan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan.***
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Choirun-Niswah1-Choirun-Niswah.jpg)