Opini: Sangkarut Ponpes Al-Zaytun Pimpinan Panji Gumilang

Al Zaytun adalah program dari Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah 9 untuk kaderisasi pendidikan formal Al Zaytun.

|
Editor: Bejoroy
Capture SripokuTV
Dasman Djamaluddin SH MHum (Mantan Wartawan Sriwijaya Post, Penulis Biografi dan Sejarawan) 

Buat saya, apa yang dilakukan Panji Gumilang sah-sah saja. Ia akan menyusun jawaban sebaik mungkin, karena yang kita saksikan selama ini di depan hakim, kedua pihak yang bersengketa, ingin sama-sama benar. Tetapi yang muncul kemudian, hanya satu orang yang bisa dikatakan benar. Berbagai aksi unjuk rasa pun sudah terjadi di Ponpen Al-Zaytun untuk meminta Panji Gumilang diadili. Pusat pembuatan kapal tradisional milik Pondok Pesantren Al Zaytun di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, pun telah disegel pemerintah. Sudah sejak tahun lalu seluruh aktivitas dihentikan, karena belum lengkapnya proses perizinan.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Perlu juga menelusuri berdirinya Ponpes Al-Zaytun ini. Dikutip dari VIVA.co.id pada hari Sabtu, 10 Juni 2023, artikel yang berjudul: "Begini Perjalanan Awal Ponpes Al-Zaytun Didirikan," dijelaskan, Ponpes Al- Zaytun Indramayu terkenal dengan kemegahan dan mewahannya, serta sering dikaitkan dengan kontroversi.

Saat pertama kali berkunjung ke sana, bahkan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan bahwa itu "bagaikan kota di tengah hutan." Setelah pembebasan lahan selesai, Yayasan Al-Zaytun didirikan pada 2 Januari 1994. "Pondasi pertama diletakkan tahun 1996, tahun 1999 diresmikan oleh Presiden BJ Habibie," kata Imam Supriyanto. , Imam menjelaskan, Al Zaytun adalah program dari Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah 9 untuk kaderisasi pendidikan formal Al Zaytun.

Waspada NII
Indonesia pernah berduka. Rentetan teror terjadi di bumi pertiwi ini. Dari Jakarta, Surabaya hingga Riau. Ketika di Riau inilah terungkap jelas, bahwa pelakunya kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang berafiliasi ke Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Sudah tentu kita berharap, pihak keamanan waktu itu mampu meredam masalah ini, mengatasi dan tidak membiarkan para teroris hidup di bumi yang kita cintai ini.

Memang dari konferensi pers yang dilakukan pada waktu itu, Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri Jakarta dijelaskan bahwa kelompok yang melakukan teror bukan Jaringan Teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) , tetap dilakukan NII yang berafiliasi dengan ISIS Dumai.

Sudah tentu berbicara tentang NII, kita ingat tentang Sujamardji Marijan (SM) Kartosuwiryo yang pada 7 Agustus 1949 memproklamirkan Negara Islam Indonesia (NII), juga berikut melahirkan UUD NII. Juga memiliki pasukan sendiri yang disebut Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI TII) dan tidak hanya berada di Jawa Barat, juga berkembang ke Aceh dan Sulawesi Selatan.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Di masa, Presiden Soekarno, ia bersama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menumpas gerakan ini. Perbuatan SM Kartosuwiryo dikategorikan sebagai makar dan akhirnya ia ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962. Sekaligus mengakhiri perjuangannya di Jawa Barat selama 13 tahun (1949-1962). Selama dua bulan ia diinterogasi dan pada 18 Agustus 1962, SM Kartosuwiryo dihukum mati.

Sekarang masih ada pihak-pihak atau kelompok yang ingin menghidupkan ide NII itu. Bahkan berafiliasi dengan ISIS yaitu Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Sejauh yang saya lihat ketika di Irak pada tahun 2014, kekuatan ISIS itu sudah mulai pudar. Apalagi di tahun terakhir ini kekuatan ISIS di Suriah pun semakin tersudut. Itu sebabnya kenapa warga Indonesia yang pernah direkrut ISIS sudah kembali lagi ke Indonesia.

Saya pernah berpikir, apa pekerjaan mereka di tanah air? Di Irak atau di Suriah, memang mereka dilatih membuat bom dan angkat senjata. Ini mungkin pekerjaan rumah kita, agar mereka terputus sama sekali dengan jaringan ISIS, baik di Irak dan Suriah.

Pembinaan kepada mantan anggota ISIS perlu terus kita lakukan. Masukan-masukan yang selama ini diterima di Irak dan Suriah di mana membunuh itu akan masuk surga tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Salah satu contoh yang menarik adalah ketika sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Umar ra, memasuki Jerusalem, ia tidak merusak tempat peribadatan agama lain. Di sinilah tercipta saling menghargai di antara berbagai agama. Hal ini perlu dipahami oleh pengikut ISIS yang berasal dari Indonesia.

Antek Israel?
Berdasarkan data dari Sumeks.Co, isu berhembus pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang, antek Israel, seperti mendekati kenyataan. Panji Gumilang ingin bersaudara dengan Zionis itu.

Dalam sebuah video beredar di media sosial, Panji Gumilang terlibat percakapan dengan seorang berkepala botak. Laki-laki itu diperkirakan merupakan warga Israel. Dengan menggunakan bahasa Arab, Panji Gumilang pun menyampaikan niatnya kepada laki-laki itu.

Update COVID-19 25 Juni 2023.
Update COVID-19 25 Juni 2023. (https://covid19.go.id/)

Panji Gumilang mengklaim seluruh jajaran Pondok Pesantren Al Zaytun berkeinginan membuka hubungan persaudaraan dengan Israel. Jika benar, bukankah tindakan Panji Gumilang bertentangan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi yang menegaskan pemerintah hingga kini tak memiliki niatan untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved