Buya Menjawab
Proses Ketaatan Kepada Allah
Jika Allah Swt menghendaki hamba-Nya menjadi orang baik niscaya dilakukan Allah baginya.
Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
ADA dalam salah satu tausiyah Buya menjelaskan proses perkembangan keta’atan hamba Allah Swt kepada Choliqnya, mohon penjelasannya Buya. Terima kasih.
08316028XXXX
Jawaban:
Wa'alaikumussalam Wr. Wb.
Proses keta’atan seorang hamba Allah dapat dipetik dari surah Faatir ayat, 31- 32 yang artinya, ”Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Al-Quran) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sungguh Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Melihat (keadaan (hamba-hambaNya).
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”
Dalam menfsirkan ayat di atas, K.H. Syamsuri Badawi menjelaskan dari sudut syari’at, bahwa Pertama; pada mulanya seseorang hamba Allah dikelompokkan kepada Zolimun linafsihi, yaitu dalam ibadahnya mereka ini masih sebatas melaksanakan yang fadlu-fardlu saja. Jika dianalogkan dari sudut pandang Tasawuf mereka ini termasuk dalam kelompok ALLAZI YA’BUDULLAHA LIDDUNYA. Artinya mereka ini masih lebih didominasi urusan kepentingan duniawi saja.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:
Kedua, mereka yang dikelompokkan kepada Muqtasid, mereka yang dalam beribadah sudah memulai dengan yang sunnat-sunnat, namun belum secara berkesinambungan. Apabila ditinjau dari sudud pandang Ilmu Tasawuf, mereka ini termasuk ALLAZI YA’BUDULLAHA LIL AKHIRAH. Artinyamereka sudah menyiapkan untuk kepentingan di akhirat.
Ketiga, Saabiqu bil khairot, yaitu mereka yang beribadah kepada Allah Swt. Bukan hanya melakukan yang fardlu-fardlu saaja, akan tetapi yang sunnat-sunnat secara berkesinambungan.
Jika ditinjau dari sudud pandang Ilmu Tasawuf, mereka ini dalam kelompok ALLAZI YA’BUDULLAAHA LIWAJHIL KARIIM. Mereka sudah termasuk dalam kelompok AULIYAA ALLAH. Ini atas izin Allah Swt.
Bagaimana kiatnya supaya memperoleh izin Allah.Swt.;
Pertama hendaklah membiasakan diri melakukan ibadah yang sunnat-sunnat, karena dengan ibadah yang sunnat-sunnat ini Allah akan mencintai hambaNya. Sebagaimana dinyatakan Allah Swt. Dalam sebuah Hadits Qudsi: ”Diriwayatkan dari Abi Hurairah berkata: ”Rasulullah SAW. bersabda; Allah berfirman Barang siapa yang menyakiti wali (kekasih) Ku maka dia sungguh telah menyakiti-Ku dengan serangan peperangan, hamba-Ku tidak melakukan pendekatan kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dibandingkan dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tiada henti melaksanakan kesunnahan sehingga Aku mencintainya., Jika Aku sudah jatuh cinta kepada hamba-Ku maka Aku menjadi pendengarannya, pandangannya adalah pandanan-Ku, Aku merupakan kepanjangan tangannya, Aku merupakan kaki yang digunakan untuk berjalan, jika dia meminta kepada-KU pasti Aku akan memberinya, dan jika dia meminta perlindungan maka Aku akan melindunginya kau tidak akan tertolak terhadap sesuatu sementara Aku adalah Pelaku penolakan terhadap jiwa mukmin, hamba-Ku tidak suka terhadap kematian sementara Aku tidak suka terhadap perbuatan jelek hamba-Ku.”( Hilyat al-Auliya’ wa Thabaqat al-Ashifiya’, Juz 1, halaman.26).
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Dengan melazimkan melaksanakan yang sunnat-sunnat Allah Swt. Mencitai hamba-Nya, dan jika hamba-Nya berdo’a niscaya diijbah-Nya.
Kedua, berdo’a kepada Allah Swt. Pada saat sujUd di dalam sholat, karena menurut Rasulullah Saw. sedekat-dekat hamba Allah kepada-Nya adalah pada saat sujud, maka perbanyaklah BERDO’A.
Ketiga, adapun do’a yang diajarkan Rasulullah Saw. di dalam sujud, diantaranya; ALLAAHUMMA AINNII ‘ALA ZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI IBADATIKA. Artinya; Ya Allah tolonglah aku agar aku ini senantiasa ingat (zikir) kepada Engkau, bersyukur kepada Engkau dan membaguskan ibadahku terhadap Engaku.
Dengan kiat di atas insyaa Allah seseorang dikendaki Allah menjadi hamba-Nya yang baik dengan dianugerahi oleh Allah Swt Taufiq. Menurut Rasulullah Saw.: IZAA ARODALLAHU BI’ABDIN KHOIRON ISTA’MAALAHU, QOOLA; KAIFA YASTA’MILUHU YAA RASUL? QOLAA; YUAFFIQUHU LA ‘AMALIN SHOLIHIN QOBLAL MAUT.”
Artinya: ”Jika Allah Swt menghendaki hamba-Nya menjadi orang baik niscaya dilakukan Allah baginya. Sahabat bertanya; Bagaimana Allah melakukannya Yaa Rasul, dijawab oleh beliau; Allah Swt. Memberikan Taufq kepada orang itu sehingga mudah saja baginya melakukan amal-amal sholeh sebelum dia wafat.”
Maka baginya berjamah di masjid menjadi mudah, melaksanakan sholat Tahajjud, Dhuha dll menjadi amalan rutin dan berkesinambungan. (*)

Buya Menjawab
Apakah Boleh Kita Memiliki Tanah Makam Keluarga? |
![]() |
---|
Buya Menjawab: Menstruasi Saat Berikhram |
![]() |
---|
Apa bedanya Thareqat Naksabandia dengan Ahlussunnah Wal Jamaah? |
![]() |
---|
Buya Menjawab: Tanggal 1 Rajab 1445 H, ada yang Menganjurkan Puasa Rajab, Mohon Penjelasan |
![]() |
---|
Buya Menjawab: Apakah Walimah Safar Ketika Mau Berangkat Ibadah Haji Dibenarkan dalam Agama Islam? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.