Wawancara Eksklusif

Klarifikasi Bupati Muratara Devi Suhartoni Marah-Marah Saat Sidak Proyek Jalan di Ulu Rawas

Ini Klarifikasi Bupati Muratara Devi Suhartoni Marah-Marah Saat Sidak Proyek Jalan di Ulu Rawas di program Tamu Sripo.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Sudarwan
Capture/YouTube
Klarifikasi Bupati Muratara Marah-Marah Saat Sidak Proyek Jalan di Ulu Rawas 

Bayangannya mereka (petugas pembangunan) hari weekend Bupati nggak mungkin pergi kesana, karena pembangunannya ini dalam hutan. Dari kota Muratara ke jalan tersebut harus menempuh perjalanan tiga jam.

Kemarin saya rapat, saya bilang pembangunan jalannya di stop dulu tidak usah dilanjutkan sampai bersepakat dan sepaham bahwa kualitas dan segala macam itu harga mati.

Karena masyarakat di Ulu Rawas itu sudah wanti-wanti ke saya membangun jalan kayak bapak membangun jalan seperti waktu jadi wakil Bupati.

Jadi saya hanya ingin menunjukkan bahwa kita kerja tuh dengan benar apalagi kita putra daerah, kalau bukan kita ya siapa lagi. Kalau saya ini kan memang terkenal marah-marah.

Q : Seorang Devi Suhartoni memang dikenal sering turun kelapangan untuk sidak berdasarkan pengaduan warga dan apakah termasuk ketika anda turun ke lapangan hari itu.

Kalau saya ini memang biasa turun ke lapangan, dan itu tidak ada laporan dari warga tapi saya berdasarkan feeling.
Jadi saya ini hari-hari biasa 40 persen di kantor 60 persen di lapangan.

Q : Pada kepemimpinan anda di tahun kedua, jadi permasalahan di Musirawas Utara terkait dengan temuan di lapangan yang membuat anda selalu harus sidak itu apa?

Latar belakang saya ini profesional perusahaan asing dan pengusaha, sekarang bertemu dengan dunia politik dan birokrat.
yang saya sebenarnya sekian puluh tahun dididik detail oleh perusahaan asing dan mayoritas Amerika dan Australia.

Dan disana menanamkan Attention to detail dan tidak ada bos yang tidak turun ke lapangan, jadi keliling kita, kita jaga keselamatan, jaga lingkungan hidup, safetynya, jaga kualitasnya jangan sampai berdampak kemana-mana dan itu kan tertanam di diri saya.

Bukan saya nggak percaya dengan yang dibawah, ketika pergi ke bawah ya tidak sesuai dengan standard, misalnya yang harusnya standardnya pakai A kenapa kamu pakai B, Standardnya 5 kok dikurangi 3.

Nah memang banyak ketika dia tidak ketemu permasalahannya kalau atasan tidak ke bawah, saya belajar juga dari pak Jokowi bilang pemimpin itu harus turun, cintai rakyat keci, nah rakyat kecil itu ada di desa.

Pemimpin itu kan memberi arahan, reviewi, controling dan coaching. Dan Mindset saya itu aturan dasarnya ada tiga, atention to detail harus lihat design safety dan lingkungan hidupnya, baru kita bicarakan cost (harga) fungsi jalan itu buat aman dan nyaman.

Q : Apakah anda tidak punya tim yang bisa mewujudkan harapan-harapan pak Devi tadi?

Dalam bekerja ilmunya sama, yakni ilmu management administrasi dan leadership. Jabatan politis ini Bupati itu hanya memberikan vision, dan yang harusnya mengeksekusinya itu kepala dinas dan kebawah.

Kalau tidak turun ke bawah, gimana? semuanya terima di meja kepala dinas terima di meja, kepala bagian terimanya di meja.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved