Pilgub Sumsel 2024

Profil Eddy Santana Putra, Calon Lawan Kuat Herman Deru Pada Pilgub Sumsel, Eks Walikota Termuda

Berikut ini profil Eddy Santana Putra calon lawan kuat Herman Deru pada Pilgub Sumsel merupakan Walikota Palembang termuda selama sejarah

|
Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Profil Eddy Santana Putra, Calon Lawan Kuat Herman Deru Pada Pilgub Sumsel, Eks Walikota Termuda 

SRIPOKU.COM -- Berikut ini profil Eddy Santana Putra, yang lahir di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 20 Januari 1957 merupakan walikota termuda selama sejarah Palembang pada masa Republik Indonesia. 

Eddy Santana Putra yang juga anggota DPR RI mengungkapkan keinginannya maju di pemilihan Gubernur Sumsel atau Pilgub Sumsel 2024 mendatang.

Pada Pilgub Sumsel mendatang Eddy Santana Putra bakal menghadapi petahana Herman Deru.

Mantan Walikota Palembang dua periode optimis dirinya untuk memuluskan pada Pilgub Sumsel bakal mendapatkan dukungan koalisi nasional Gerindra-PKB. 

"Saya harapkan koalisi nasional Gerindra-PKB juga terjadi di Sumsel," katanya yang juga Ketum Pengprov IPSI Sumsel ini. 

Anggota Komisi V dari Fraksi Gerindra DPR RI optimis dan telah berhitung paling tidak dengan koalisi Gerindra-PKB akan terpenuhi syarat minimal 15 kursi mengusung calon gubernur pada Pilgub 2024 mendatang. 

Baca juga: Ungkap Alasan Maju Gubernur Sumsel, Eddy Santana Tak Mau Disebut Menantang Petahana

"Saya kan Gerindra, Gerindra 10 kursi. Tinggal cari 5 kursi lagi. Semua partai tidak bisa sendiri, ya harus koalisi partai," kata pria yang akrab disapa ESP. 

Seperti diketahui PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) memiliki 8 kursi di DPRD Provinsi Sumsel. Sehingga jika mampu berkoalisi dengan Gerindra yang memiliki 10 kursi akan terlampaui syarat mengusung Cagub Sumsel. ESP sendiri tak mau disebut menantang calon 

"Bukan nantang, tapi sama-samalah silahkan dia nyalon incumbent, saya juga punya hak mencalonkan diri. Semuanya bisa nyalon, banyak," kata ESP.

Berdasarkan profil Eddy Santana Putra pernah menjadi ketua FKPPI dan memiliki kedekatan dengan ormas dan organisasi pemuda di Palembang.

Selang hal-hal yang dimainkannya selama bekerja merupakan menertibkan pasar tradisional 16 Ilir di pinggiran Jembatan Ampera.

Ia juga merupakan Alumni Universitas Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil.

Lahir di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung ketika itu ayahanda sedang bertugas di sana.

Ayahanda H. Animan Achyat (Alm) adalah seorang TNI dengan pangkat terakhir Kolonel Infanteri, pelaku sejarah dan ikut memimpin pasukan (Batalyon 30 Resimen 17) dalam rangka perang 5 (lima) hari 5 (lima) malam di Kota Palembang yang terjadi pada 1 Januari s.d 5 Januari 1947. Ibunda, Hj. Chalidjah Animan (Alm) adalah Ibu Rumah Tangga biasa. 

ESP kala itu mejadi Walikota Palembang termuda melalui mekanisme pemilihan DPRD Palembang pada tahun 2003, kemudian terpilih kembali melalui mekanisme langsung pada tahun 2008.  

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved