Benarkah Olahraga di Dalam Ruangan Yang Ada AC Tidak Maksimal ?

Saat berolahraga, tubuh biasanya akan terasa panas dan mengeluarkan keringat. Tak heran, olahraga di tempat dingin atau ruangan ber-AC menjadi pilihan

Photo by Andrea Piacquadio/Pexels
FOTO ILUSTRASI -- Benarkah Olahraga di Tempat Dingin atau Ber-AC Akan Sia-sia? 

"Hal yang sama terjadi saat olahraga di udara dingin atau berangin, disebut tidak berolahraga, salah. Itu tetap membakar kalori, yang penting bergerak," terangnya.

Rizki, salah satu perwakilan dari Sumatera Selatan yang bertanding di cabang olahraga Cardfight! Vanguard dalam gelaran FORNAS VI.
Rizki, salah satu perwakilan dari Sumatera Selatan yang bertanding di cabang olahraga Cardfight! Vanguard dalam gelaran FORNAS VI. (SRIPOKU.COM/AHMAD SADAM HUSEN)

===

Cara mengukur olahraga sudah cukup atau belum

Michael menegaskan, keringat bukanlah patokan apakah olahraga yang dilakukan sudah cukup atau tidak.

Cara mengukur kecukupan olahraga, menurutnya, harus dilihat dari tujuan melakukannya.

Pertama, olahraga bertujuan untuk pertandingan dan memenangkan piala, maka dikatakan cukup apabila berhasil mengantongi piala.

"Yang dikejar bukan sehat, tetapi piala. Kalau menang berarti latihannya bagus, kalau kalah berarti latihannya kurang," kata dia.

Kedua, apabila olahraga bertujuan untuk kesenangan, maka rasa senang saat menjalani kegiatan ini harus menjadi patokan.

Ketiga, berolahraga dengan tujuan kesehatan.

Michael menjelaskan, tujuan ini diukur dari seberapa jauh berubahnya tingkat kesehatan.

"Dulu jarang olahraga sering pusing, sekarang (setelah berolahraga) tidak. Dulu tensi tinggi, sekarang sudah bagus, terkontrol," tuturnya.

"Dengan demikian, kita tidak pernah melihat keringat sebagai ukuran," lanjutnya.

Michael menerangkan, agar olahraga untuk kesehatan aman dan tetap membuahkan hasil, penting untuk mengetahui detak jantung saat berolahraga.

Berikut rumus menghitung detak jantung saat berolahraga:

  • 220 - usia (dalam tahun)

Sebagai contoh, apabila saat ini berusia 20 tahun, maka detak jantung 100 persen adalah 220-20=200 kali denyutan per menit.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved