Bisa Didapat 24 Januari, Ini Daftar Jenis Vaksin Booster Kedua Covid-19 Beserta Dosisnya

Pemberian vaksin Covid-19 booster dosis kedua dilakukan dengan jarak waktu enam bulan sejak vaksinasi dosis booster pertama.

Tayang:
SRIPOKU.COM/NANDO ZEIN
Dandim 0402/OKI Letkol Inf Hendra Saputra S.Sos, M.M, MI.Pol saat mendapatkan vaksinasi Booster di aula Kodim, Sabtu (19/2/2022) siang. 

SRIPOKU.COM -- Selasa, 24 (1/2023), masyarakat akhirnya sudah bisa melakukan vaksinasi Covid-19 untuk vaksin booster kedua.

Proses vaksinasi Covid-19 untuk vooster kedua ini diumumkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Vaksin booster kedua untuk Covid-19 ini akan menyasar kelompok masyarakat usia di atas 18 tahun atau yang sudah dewasa.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Muhammad Syahril menyampaikan, masyarakat tidak perlu mendapat tiket untuk menerima vaksinasi booster kedua.

Masyarakat sudah dapat mengakses vaksin booster kedua tanpa menunggu tiket atau undangan.

"Untuk pencatatan masih dilakukan manual sambil menunggu Pcare dan PeduliLindungi disiapkan,” ujar Syahril dikutip dari laman resmi Kemenkes pada Jumat (20/1/2023).

===

Jenis vaksin Covid-19 booster dosis kedua

Selain itu, pemerintah juga mengatur mengenai apa saja jenis-jenis vaksin Covid-19 booster dosis kedua.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/380/2023 Tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster Ke-2 Bagi kelompok Masyarakat Umum.

Pemilihan jenis vaksin juga mempertimbangkan keamanan dan telah mendapat Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan memperhatikan vaksin yang ada.

Berikut adalah regimen vaksin yang dapat digunakan untuk vaksinasi booster kedua, yaitu:

1. Kombinasi untuk booster pertama Sinovac

  • AstraZeneca diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
  • Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml
  • Moderna diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Sinovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Zifivax dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Indovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
  • Inavac dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

2. Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca

  • Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
  • Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml
  • AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

3. Kombinasi untuk booster pertama Pfizer

  • Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml
  • Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
  • AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved