Polres Muara Enim

Sering Gagal Bikin SIM? Coba Ikut Program Polres Muara Enim ini, Dijamin Lulus

Keluhan yang sering dirasakan dan didengar oleh pembuat SIM adalah tidak lulus. Bahkan ada yang tidak lulus berkali-kali sehingga membuat pembuat SIM

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/ari
Kegiatan Jumat Curhat Polres Muara Enim Bersama warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim, di Gedung PKK Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Jumat (13/1/2023) 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Keluhan yang sering dirasakan dan didengar oleh pembuat SIM adalah tidak lulus. Bahkan ada yang tidak lulus berkali-kali sehingga membuat pembuat SIM menjadi skeptis dan pesimis bisa lulus jika melalui jalur sebenarnya sehingga mereka memilih jalur instan dengan manfaat calo meski biayanya mahal yang penting tidak repot dan pasti lulus.

Hal tersebut diungkapkan Kadus II Desa Harapan Jaya Irwanto pada kegiatan Jumat Curhat Polres Muara Enim Polda Sumsel bersama warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim, di Gedung PKK Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Jumat (13/1/2023).

Kegiatan Jumat Curhat Polres Muara Enim Wakapolres Muara Enim Kompol Christopher Salohot Panjaitan SE MSi, Kasat Binmas AKP Feri Ferdiyanto SE, Kasat Reskrim AKP Tonny Saputra SH SIk, Kasat Narkoba AKP Burnani SH, Kasat Lantas AKP Suwandi SH MSi, Kasi Humas AKP RTM Situmorang, Kasi Propam AKP Al Atas.

Sedangkan dari masyarakat dihadiri langsung Kades Harapan Jaya Trimo bersama perangkat desa tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan warga desa lainnya.

"Masyarakat Kami sadar dan taat hukum, namun kendala mereka adalah petani. Kalau buat SIM bisa seharian dan itupun belum tentu lulus. Bahkan ada yang sampai tiga kali ikut ujian SIM masih juga tidak lulus. Jadi masyarakat kapok dan malas buat SIM atau BBN kendaraan, terlalu banyak aturan dan prosedur. Kami ingin kemudahan dan kompensasi dalam hal pembuatannya serta dalam pembayaran BBM," pinta Irwanto.

Menurut Irwanto, bahwa mayoritas warga desa Harapan Jaya adalah petani sehingga memang seharian berada di kebun untuk menafkahi keluarga.

Oleh karena itu, mereka kesulitan untuk mencari waktu luang untuk membuat SIM, meskipun keinginan untuk membuat SIM sangat tinggi.

Bahkan ada warganya yang berkorban tidak ke kebun hanya untuk membuat SIM, tetapi ternyata tidak lulus alias gagal terutama pada saat ujian praktik yang dinilai cukup sulit. 

“Kalau teori rata-rata lulus, namun ketika praktek hampir tidak ada yang lulus. Karena testnya terlalu sulit sehingga banyak yang terjatuh atau menyenggol. Jadi mohon sekali untuk diberikan kompensasi atau semacamnya sehingga bisa lulus,” terangnya.

Selain itu, lanjut Irwanto, permasalahan pembayaran pajak kendaraan terutama yang kendaraannya yang sudah pindah kepemilikan misalnya dapat membeli dari orang lain.

Sebab ketika akan membayar pajak ternyata harus membawa KTP sesuai dengan nama yang tertera di STNK kendaraan tersebut.

Dan jika telah diperjualbelikan, pemilik kendaraan diharuskan melakukan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) dahulu, setelah itu baru kendaraan tersebut bisa dibayarkan oleh masyarakat.

Dengan ribetnya hal tersebut akhirnya masyarakat memilih tidak mau membayar. 

"Kedepan semuanya dipermudah birokrasinya, jangan dipersulit. Sesuaikan dengan kondisi masyarakatnya," harapnya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved