Berita Palembang

PPKM Dicabut, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya Minta Warga Tetap Terapkan Prokes

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya meminta masyarakat tetap menjalan protokol kesehatan, meski Pemerintah telah resmi

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Anton
Pengetatan PPKM Mikro Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya meminta masyarakat tetap menjalan protokol kesehatan, meski Pemerintah telah resmi mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Aktifivis masyarakat silakan berjalan, namun tetap menerapkan Prokes," kata
Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya usai Rapat Koordinasi Penjelasan Mengenai Pencabutan PPKM bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melalui zoom meeting di Command Center Pemprov Sumsel, Senin (2/1/2023)

Menurut Mawardi Yahya, jadi dituntut kesadaran masyarakat itu sendiri supaya tetap sehat, karena penyakit ini kan bukan hanya Covid-19 saja tapi ada yang lainnya juga.

"Dengan aktivitas masyarakat berjalan, supaya ekonomi kita bergerak. Harapannya perekonomian di Sumsel bangkit, dan masyarakat tidak ketakutan menjalankan aktivitas," ungkapnya

Mawardi Yahya mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada, dan atas kesadaran masyarakat itu sendiri untuk tetap menerapkan Prokes dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Trisnawarman menambahkan, PPKM berakhir, bukan berarti pandemi berakhir.

"Maka imbaunya tetap terapakan Prokes, karena kita masih dalam situasi pandemi. Kemudian yang belum melakukan vaksinasi tetap lakukan vaksinasi Covid-19," pesannya

Menurut Trisnawarman, vaksin masih ada dan antusias masyarakat untuk vaksinasi juga masih ada. Untuk capaian vaksinasi dosis pertama sudah 85 persen, dosis kedua 70 persen, dosis ketiga atau booster 26 persen, dan dosis keempat atau booster kedua 4,3 persen. Untuk lansia juga sudah bisa booster kedua.

"Untuk kasus Covid-19 di Sumsel sudah menurun signifikan sejak satu bulan terakhir. Untuk rumah sehat tetap di stand by kan jika diperlukan. Kalau dulu pemerintah yang mengatur, kalau sekarang kesadaran dari masyarakat itu sendiri untuk menjaga kesehatan," katanya

Sebab, untuk status darurat masih tetap ada, maka tetap dianjurkan untuk memakai masker baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved