Piala Dunia 2022
Kisah Piala Dunia 1950, Inspirasi Jersei Timnas Brasil yang Iconic Datang dari Tragedi Maracanazo
Kisah Piala Dunia 1950 menghadirkan timnas Uruguay yang meluluh-lantakkan ekspektasi berlebihan tuan rumah Brasil jadi juara di rumah sendiri.
Penulis: Muhammad Naufal Falah | Editor: bodok
Namun, kepercayaan diri masyarakat Brasil berubah menjadi lara saat tim kebanggaan mereka takluk pada laga penentuan kontra Uruguay di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, 16 Juli 1950.
Laga penentuan juara Piala Dunia 1950 antara Brasil dan Uruguay kini dikenang dengan sebutan Maracanazo.
Peristiwa menyakitkan bagi masyarakat Brasil ini menjadi momen penting bagi persepakbolaan Negeri Samba. Maracanazo yang menyedihkan menuntut perubahan, termasuk soal warna kostum.
Putih Terkutuk Berubah Menjadi Kuning yang Suci
Setelah Brasil gagal menjadi juara Piala Dunia 1950, jersey putih yang sempat menjadi identitas dianggap tidak memiliki nilai patriotik atau cinta terhadap tanah air.
Kostum putih juga dinilai tidak mencerminkan bendera Brasil yang memiliki empat warna penuh arti.
Dilansir dari BBC, warna hijau di bendera Brasil melambangkan kawasan hutan yang luas, sedangkan warna kuning keemasan mewakili kekayaan sumber daya alam.
Lalu, ada juga bentuk bola dunia berwarna biru dan bintang putih yang menggambarkan langit Rio de Janeiro di malam hari.
Keempat warna penuh arti itu kemudian menjadi pedoman dalam proses perubahan warna kostum timnas Brasil.
Sebuah kompetisi untuk merancang desain kostum baru pun diluncurkan oleh surat kabar bernama Correio da Manha pada 1953.
Syaratnya jelas, setiap peserta harus menyertakan warna kuning, biru, hijau, dan putih dalam desain baru jersey timnas Brasil.
Desain terbaik dalam kompetisi tersebut bakal digunakan ketika Brasil berjuang pada Piala Dunia 1954 di Swiss.
Panitia dilaporkan menerima 401 pilihan desain sejak membuka kompetisi tersebut.
Namun, dari ratusan desain, hanya ada satu yang paling menarik perhatian juri.
Desain itu kemudian dipilih menjadi yang terbaik karena keselarasan warna dan kesederhanaannya.
Ilustrator surat kabar bernama Aldyr Garcia Schlee adalah sosok di balik desain terpilih tersebut.
Dia berhasil menemukan formula terbaik untuk kostum timnas Brasil setelah mencoba beberapa kombinasi warna dan pola.
Desain karya Aldyr Garcia Schlee itulah yang kemudian familier di mata pencinta sepak bola dunia hingga saat ini. Kaus kuning, kerah hijau, celana biru, dan kaus kaki putih adalah Brasil!
"Pada akhirnya saya menyadari bahwa kaus itu harus berwarna kuning. Itu cocok dengan biru dan kaus kaki bisa putih, dengan hijau di bagian kerah," kata Schlee, dikutip dari BBC.
Baca juga: Kisah Piala Dunia Edisi 1930, Edisi Perdana dengan Timnas Uruguay Sebagai Tuan Rumah dan Juaranya
Timnas Brasil kali pertama mengenakan jersey kuning karya Aldyr Garcia Schlee pada Maret 1954, ketika mereka mengalahkan Chile dengan skor 1-0 di Stadion Maracana.
Stadion Maracana yang sempat tertimbun rasa kecewa pun berubah menjadi monumen harapan bagi pasukan berjubah kuning.
Tuah jersey kuning timnas Brasil memang tak langsung terlihat pada Piala Dunia 1954. Brasil gugur di perempat final seusai takluk 2-4 dari Hongaria.
Namun, Brasil sukses meraih gelar juara Piala Dunia pertamanya empat tahun kemudian. Mereka menjadi kampiun Piala Dunia 1958 setelah menang 5-2 pada partai puncak melawan tuan rumah Swedia.
Dampak kostum kuning dalam awal kesuksesan timnas Brasil sejatinya kurang terasa ketika itu. Sebab, Brasil justru harus berganti kostum warna biru saat tampil pada final Piala Dunia 1958 kontra Swedia yang mengenakan jersey kuning.
Kala itu, Brasil memutuskan memilih warna biru sebagai pengganti setelah menolak mengenakan kostum putih lagi.
Setelah merayakan gelar juara Piala Dunia 1958 dengan kostum berwarna biru, Brasil akhirnya bisa mengangkat trofi Jules Rimet dalam balutan jersey kuning pada edisi 1962 di Chile.
Akan tetapi, tidak semua pencinta sepak bola dunia bisa melihat pesta pertama Brasil dengan kostum kuning. Pasalnya, sebagian besar tayangan televisi ketika itu masih berwarna hitam dan putih.
Pencinta sepak bola di seluruh belahan dunia baru bisa melihat pesta timnas Brasil dengan balutan kostum kuning ketika Pele dkk menjadi juara Piala Dunia 1970 Meksiko.
Itu adalah kali pertama Piala Dunia ditayangkan di televisi berwarna.
Melalui rentetan gelar juara Piala Dunia itu, rakyat Brasil melihat jersey kuning sebagai atribut yang suci.
Para pemain timnas Brasil juga merasakan langsung magi kostum kuning yang disebut memancarkan inspirasi dan gairah.
"Bagi orang Brasil, jersey kuning itu suci," kata Carlos Alberto, kapten yang memimpin langkah timnas Brasil menjadi juara Piala Dunia 1970.
"Ketika kami memakainya, tentu saja kami merasa bangga, tetapi juga membawa tanggung jawab, tanggung jawab yang menginspirasi dan menggairahkan," ujar pencetak gol terakhir dalam kemenangan 4-1 yang diraih Brasil pada final Piala Dunia 1970 kontra Italia tersebut.
Dapatkan berita terkait dan informasi penting lainnya dengan mengklik Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Final-Piala-Dunia-1950-kala-pemain-Uruguay-mencetak-gol-pamungkas-ke-gawang-Brasil.jpg)