Piala Dunia 2022

Kisah Piala Dunia 1950, Inspirasi Jersei Timnas Brasil yang Iconic Datang dari Tragedi Maracanazo

Kisah Piala Dunia 1950 menghadirkan timnas Uruguay yang meluluh-lantakkan ekspektasi berlebihan tuan rumah Brasil jadi juara di rumah sendiri.

Tayang:
Penulis: Muhammad Naufal Falah | Editor: bodok
Twitter/FIFAWorldCup
Final Piala Dunia 1950 kala pemain Uruguay mencetak gol pamungkas ke gawang Brasil di Stadion Maracana, 16 Juli 1950. 

Sebuah tragedi sepak bola Brasil yang kemudian dikenal sebagai Maracanazo.

Di sana, di Maracana, Uruguay berjaya meraih gelar juara Piala Dunia kedua mereka.

Sementara itu, mimpi Brasil meraih trofi juara dunia pertama hancur terkubur bersama air mata rakyatnya.

Brasil selaku tuan rumah dinaungi optimisme dan kepercayaan diri ketika menyambut kembalinya pergelaran Piala Dunia itu.

Namun, tak ada yang menduga, mereka justru terperangkap dalam pesta semu di rumah sendiri.

Sejak saat itu, muncul dua mitos yang berkembang seusai kekalahan mengerikan di kandang sendiri.

Pertama, warna jersei putih, dan kedua, kiper keturunan Afrika.

Baca juga: Kisah Piala Dunia Edisi 1934, Awal Kejayaan Timnas Italia dan Jasa Pemain Argentina di Dalamnya

Kisah Jersei Putih Terkutuk dan Jersei Iconic Pembawa Tuah

Publik mengenal Brasil kini sebagai tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia sebanyak lima kali (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002).

Uniknya, tim nasional Brasil baru menghasilkan rentetan gelar juara Piala Dunia setelah mulai memakai kostum atau jersey berwarna dasar kuning.

Sebelum sukses dengan kostum kuning, timnas Brasil sempat terjebak dalam balutan jersey putih "terkutuk" dari Piala Dunia edisi pertama 1930 hingga edisi keempat 1950.

Kisah Brasil dengan jersey putih terkutuk tersebut mencapai puncak ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 1950.

Kala itu, timnas Brasil memakai jersey putih dengan kerah berwarna biru sebagai identitas utama.

Mereka tampil dengan dukungan penuh dari para suporter yang percaya diri bisa melihat timnas Brasil menjadi juara Piala Dunia kala menyandang status tuan rumah.

Saking percaya diri, masyarakat Brasil tak melihat para pesaing sebagai masalah, apalagi soal warna kostum.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved