Piala Dunia 2022

Kisah Piala Dunia 1950, Inspirasi Jersei Timnas Brasil yang Iconic Datang dari Tragedi Maracanazo

Kisah Piala Dunia 1950 menghadirkan timnas Uruguay yang meluluh-lantakkan ekspektasi berlebihan tuan rumah Brasil jadi juara di rumah sendiri.

Tayang:
Penulis: Muhammad Naufal Falah | Editor: bodok
Twitter/FIFAWorldCup
Final Piala Dunia 1950 kala pemain Uruguay mencetak gol pamungkas ke gawang Brasil di Stadion Maracana, 16 Juli 1950. 

Tuan rumah Brasil mengusulkan agar turnamen digelar menggunakan format round-robin untuk memaksimalkan pertandingan dan penjualan tiket.

Pada putaran pertama, ke-13 tim dibagi menjadi empat grup dengan Grup 3 berisi tiga tim dan Grup 4 hanya dua tim.

Air Mata Brasil di Maracana

Setelah melalui pertandingan putaran pertama, empat tim yang tampil sebagai juara masing-masing grup adalah Brasil (Grup 1), Spanyol (Grup 2), Swedia (Grup 3), dan Uruguay (Grup 4).

Keempat tim itu kemudian diadu lagi pada putaran final juga dengan format round-robin.

Pada matchday pertama, Uruguay bermain imbang 2-2 dengan Spanyol dan Brasil melibas Swedia 7-1.

Kemudian pada matchday kedua, Brasil kembali menang besar yakni 6-1 atas Spanyol. Sementara itu, Uruguay menang susah payah 3-2 atas Swedia.

Matchday ketiga menjadi laga penentuan dua tim yang berpeluang juara yakni Brasil dan Uruguay.

Brasil cuma butuh hasil imbang untuk menjadi juara, sedangkan Uruguay harus memenangkan laga jika ingin kembali mengangkat trofi Jules Rimet.

Laga penentu juara Brasil vs Uruguay itu digelar di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, dengan dihadiri oleh 173.850 penonton.

Jumlah yang hingga kini menjadi rekor penonton final Piala Dunia terbanyak.

Dukungan mutlak dari penonton plus "hanya" membutuhkan hasil imbang, laga itu seharusnya menguntungkan Brasil.

Final Piala Dunia 1950, gol satu-satu timnas Brasil ke gawang Uruguay oleh Albino Friaça Cardoso atau Friaça pada menit 47 di Stadion Maracana, 16 Juli 1950.
Final Piala Dunia 1950, gol satu-satu timnas Brasil ke gawang Uruguay oleh Albino Friaça Cardoso atau Friaça pada menit 47 di Stadion Maracana, 16 Juli 1950. (FIFA.com/Popperfoto via Getty Images)

Akan tetapi, tragedi menimpa kubu tuan rumah. Brasil kalah 1-2 dari Uruguay.

Keunggulan Brasil lewat gol Albino Friaca bisa dibalas Uruguay melalui aksi Juan Schiaffino dan Alcides Ghiggia.

Dikisahkan, Stadion Maracana dengan ratusan ribu penonton yang sebelumnya riuh mendadak sunyi senyap bagai upucara pemakaman ketika wasit asal Inggris, George Reader, meniup peluit panjang tanda selesainya laga.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved