Jadi Pasien Covid-19 Terlama, Pria yang Terjangkit Virus Corona 411 Hari ini Akhirnya Sembuh

Selain pria ini, sebenarnya ada satu lagi pasien Covid-19 asal Inggris yang juga terinfeksi Covid-19 untuk waktu yang lebih lama selama 505 hari.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
FOTO ILUSTRASI -- Tenaga kesehatan melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19 di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja menjadi rumah sakit (RS) khusus untuk pasien virus corona (Covid-19) sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemkes) 

SRIPOKU.COM -- Kabar membahagiakan datang dari seorang pasien Covid-19 yang berhasil dinyatakan sembuh setelah sebelumnya sempat terinfeksi Covid-19 selama lebih dari setahun, atau tepatnya selama 411 hari.

Pria berusia 59 yahun yang tak mau disebut namanya ini memang merupakan salah satu pasien yang harus menjalani perawatan sangat lama setelah dinyatakan terjangkit virus corona.

Selain pria ini, sebenarnya ada satu lagi pasien Covid-19 asal Inggris yang juga terinfeksi Covid-19 untuk waktu yang lebih lama, yaitu selama 505 hari.

Sayangnya, pasien virus corona yang juga tak diketahui identitasnya ini dinyatakan meninggal dunia.

===

Akibat sistem imun lemah

Dikutip dari National World, Sabtu (5/11/2022), menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Clinical Infectious Disease mengatakan bahwa pria 59 tahun itu memiliki sistem imun yang lemah. Hal itu diketahui setelah dilakukan transplantasi ginjal.

Sementara, para ahli dari Guy's and St Thomas NHS Foundation Trust, London, dan King's College London menyampaikan bahwa pasien tidak dapat menyingkirkan varian awal virus corona karena sistem kekebalan yang lemah.

Pria tersebut pertama kali terinfeksi virus corona pada Desember 2020 dan masih positif Covid-19 hingga Januari 2022.

Ilustrasi vaksinasi booster.
Ilustrasi vaksinasi booster. (Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati)

===

Terinfeksi jenis virus asli Wuhan

Petugas medis mendeteksi infeksi yang diidap pada pria itu dengan menganalisis genetika dari jenis virus yang dibawanya.

Hasilnya petugas mengetahui bahwa pasien itu memiliki varian awal dari jenis asli Wuhan, sebelum berkembang menjadi varian Alpha, Delta, dan Omicron.

Setelah mengidentifikasi variannya, petugas medis memberi pria itu koktail penetralisir antibodi (Regeneron).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved