Cabang KTIQ Jadi Andalan Sumsel di MTQ
KAFILAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengembalikan citra dan marwah Sumsel pada pentas Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Nasional
Sistem pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci keberhasilan melahirkan para juara.
Meskipun demikian bukan berarti tidak ada kendala dalam pembinaan tersebut.
Kondisi Pondok Pesantren Pena Kita yang masih memprihatinkan, kurangnya referensi dan belum lengkapnya sarana prasarana serta tidak adanya anggaran pembinaan menjadi kendala serius yang dihadapi selama ini.
Karenanya kehadiran pemerintah akan sangat berarti bagi pembinaan karya tulis ilmiah ini, untuk mengorbitkan para penulis-penulis muda dan juara-juara selanjutnya.
Peluang dan Tantangan
Berkaca dari empat pelaksanaan MTQ Nasional sebelumnya, kafilah Sumatera Selatan selalu mampu berbicara lebih pada cabang KTIQ.
Maka sudah sepatutnya aspek memberikan perhatian lebih pada cabang ini.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya peningkatan:
Pertama, dengan mengadakan training camp atau pemusatan pelatihan secara intens bagi para penulis pemula di Provinsi Sumatera Selatan.
Kedua, dengan memberikan beasiswa pendidikan bagi para penulis yang telah membawa nama harum Sumatera Selatan di kancah nasional.
Ketiga, dengan menghadirkan satu perpustakaan khusus makalah ilmiah Al-Quran yang dapat dijadikan rujukan dan referensi oleh para penulis.
Jika tiga langkah di atas dapat diterapkan, maka tradisi jawara pada cabang KTIQ in syaa Allah akan dapat terus dipertahankan.
Tentu effeknya marwah dan martabat Sumatera Selatan akan semakin berwibawa dan bukan mustahil akan dikenal sebagai provinsi penghasil penulis-penulis terbaik di negeri ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Drs-H-Iklim-Cahya-MM-dan-KH-Agus-Jaya-Lc-MHum-Pengurus-LPTQ-Sumsel.jpg)