Cabang KTIQ Jadi Andalan Sumsel di MTQ
KAFILAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengembalikan citra dan marwah Sumsel pada pentas Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Nasional
Di babak final, Amin mampu menjadi jawara dan menjadi penyelamat marwah dan martabat Sumatera Selatan ketika itu.
Selanjutnya, pada tahun 2018 dilaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional di Kota Medan Sumatera Utara.
Amin yang tidak lagi dapat mengikuti lomba pada cabang MMIQ, mengutus muridnya untuk meneruskan tradisi jawara tersebut.
Saat itu, peserta MMIQ (yang kemudian berubah nama menjadi Menulis Makalah Al-Quran/MMQ) putra asal Sumatera Selatan adalah Mudrik juga santri Pondok Pesantren Pena Kita yang diasuh oleh KH Agus Jaya (saat ini Sekretaris LPTQ Sumsel).
Ketika itu, Mudrik mampu menembus babak semifinal dan memperoleh prestasi juara harapan III.\
Dua tahun berikutnya, Agus Jaya dan Amin kembali berkolaborasi untuk mendidik dan mengorbitkan kader penulis asal Sumatera Selatan.
Pada MTQ Nasional tahun 2020 di Padang, cabang MMQ Sumsel diwakili oleh Muhammad Hafizh.
Ketika itu, Hafizh kembali mampu meniru jejak para pendahulunya, ia berhasil finish di urutan kelima atau juara harapan II, satu tingkat lebih tinggi di atas Mudrik.
Lalu pada tahun 2022 ini, Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah di bawah asuhan KH Mudrik Qori (Ketua Harian LPTQ Sumsel) melakukan manuver yang luar biasa.
Kiai Mudrik Qori mengutus putranya, Abqoriyyin Hisan, untuk mengasah kemampuan menulis di Pondok Pesatren Pena Kita bersama dengan santri Pena Kita yaitu Lia Dwi Utami.
Keduanya kemudian berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menggondol medali emas serta Juara Harapan I pada cabang KTIQ.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sejak lahirnya Pondok Pesantren Pena Kita yang berciri khas karya ilmiah, telah memberikan sumbangsih yang sangat besar untuk Sumatera Selatan, bukan saja di ajang MTQ Nasional yang diadakan dua tahun sekali, Pena Kita juga telah berhasil melahirkan juara-juara nasional pada event-event lainnya, termasuk juga MTQ Nasional mahasiswa.
Bahkan jauh sebelumnya walau bukan pada ajang MTQN, Mudir Ponpes Pena Kita, H Agus Jaya, juga pernah meraih prestasi tingkat nasional bidang karya tulis tersebut.
Prestasi ini juga yang kemudian menginsiprasi Agus Jaya mendirikan Ponpes dengan nama Pena Kita.
Bahkan kini selain bidang karya tulis ilmiah, Ponpes Pena Kita juga mulai focus membina untuk cabang Fahmil Quran, Tafsir Quran dan Khotil Quran, tentu dengan berkolaborasi dengan ahlinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Drs-H-Iklim-Cahya-MM-dan-KH-Agus-Jaya-Lc-MHum-Pengurus-LPTQ-Sumsel.jpg)