Berita Muratara

Bupati Devi Tegaskan Pilkades 2 Desa di Muratara yang Berselisih Diselesikan Secara Adil dan Jujur

Devi mengatakan sudah menekankan kepada camat dan panitia pilkades tingkat kabupaten untuk menyelesaikan perselisihan tersebut dengan adil dan jujur.

Editor: Ahmad Farozi
rahmat aizullah/ts
Warga mencoblos calon kades dalam bilik suara disalah satu desa di Kabupaten Muratara yang melaksanakan Pilkades serentak Kamis (22/9/2022) lalu. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Dua dari 50 desa yang menyelenggarakan pilkades serentak pada 22 September 2022 di Kabupaten Muratara, masih berselisih.

Yaitu Desa Setia Marga (SP4) Kecamatan Karang Dapo dan Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu.

"Ada dua desa yang masih berselisih, namun di antara masing-masing calon sepakat bahwa perselisihan itu dibawa ke (tingkat) kecamatan untuk penyelesaiannya," kata Bupati Muratara, Devi Suhartoni, Sabtu (24/9/2022).

Devi mengatakan sudah menekankan kepada camat dan panitia pilkades tingkat kabupaten untuk menyelesaikan perselisihan tersebut dengan adil dan jujur.

Kata Devi, cara menyelesaikannya yaitu dengan mendengarkan semua keberatan dari masing-masing pihak. Lalu ditelaah dengan baik berdasarkan fakta dan aturan yang ada.

"Bangsa kita ini menjunjung tinggi musyawarah mufakat yang tentu diwakili oleh panitia penyelenggara, masing-masing calon, saksi-saksi, semua ada di tangan mereka, sepanjang adil dan jujur," katanya.

Camat Karang Dapo, Hasbi Asidqi mengatakan perselisihan yang terjadi di pilkades Desa Setia Marga (SP4) karena masing-masing pihak calon saling klaim kemenangan dengan selisih suara yang sangat tipis.

Di desa tersebut ada dua calon kades yang bertarung, yakni Abdul Soed nomor urut 1 dan calon petahana Bambang Hadiyanto nomor urut 2.

"Masing-masing calon memiliki persepsi yang berbeda, sehingga tidak menemukan titik temu. Ada yang menyatakan menang selisih satu suara, ada yang menyatakan menang selisih tiga suara," katanya.

Sementara di Kecamatan Rawas Ulu, perselisihan pilkades terjadi di Desa Lubuk Kemang.

Camat Rawas Ulu, Zulyan Putra mengatakan perselisihan yang terjadi di desa tersebut karena ada dua dari empat calon memperoleh suara terbanyak yang sama.

Dua calon kades yang meraih suara terbanyak dengan jumlah yang sama itu adalah Muhammad Sopli nomor urut 3 dan Suharto nomor urut 4.

"Berdua itu seri atau draw. Selanjutnya sesuai Perbup ada waktu tiga hari untuk mengajukan sanggahan. Akan kami pelajari dan koordinasi ke panitia kabupaten," katanya. (rahmat aizullah/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved