Prabumulih Memilih

Verifikasi Parpol, Nama Ketua KPU Prabumulih Didaftarkan Jadi Anggota Partai

Dari verifikasi parpol yang dilakukan, KPU Prabumulih menemukan banyak nama pengurus partai politik yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Editor: Ahmad Farozi
edison/ts
Dari 24 parpol calon peserta pemilu, 15 parpol diantaranya sudah diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Prabumulih. Tampak Komisioner KPU Prabumulih, Kosim Cik Ming (berdiri), saat proses verifikasi parpol di KPU setempat, Selasa (23/8/2022). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Dari 24 partai politik (Parpol) calon peserta pemilu, 15 parpol diantaranya sudah diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Prabumulih.

Dari verifikasi yang dilakukan, KPU Prabumulih menemukan banyak nama pengurus partai politik yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

"Dari 15 partai politik yang telah kita lakukan verifikasi, seluruhnya ada anggota mereka yang tidak memenuhi syarat" ungkap Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Prabumulih, Kosim Cik Ming, Selasa (23/8/2022).

Bahkan kata Kosim, nama Ketua KPUD Prabumulih Marjuansyah turut didaftarkan salah satu partai sebagai anggota partai mereka.

"Ketua KPU kita didaftarkan sebagai anggota partai, ada PNS, ada pegawai PNPM dan banyak nama ganda dimana di partai A terdaftar dan di partai B juga terdaftar. Nah seperti mereka ini masuk ke Tidak Memenuhi Syarat," jelasnya.

Pria yang pernah menduduki jabatan Asisten di Pemkot Prabumulih ini mengaku pihaknya dalam verifikasi hanya memiliki kewenangan menuliskan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan Memenuhi Syarat (MS).

"Jadi urutannya partai mendaftar ke KPU pusat melalui aplikasi dan selanjutnya data diberikan ke provinsi dan kabupaten kota untuk diverifikasi. Verifikasi inilah kita tentukan TMS dan MS secara online," katanya.

Dikatakan, jika banyak data anggota nantinya TMS, maka KPU pusat akan menyampaikan ke partai pusat dan partai pusat ke partai mereka didaerah untuk dilakukan perbaikan.

"Laporan perbaikan disampaikan lagi ke partai pusat dan partai pusat ke KPU Pusat," katanya.

Disingung apa saja penyebab anggota partai yang didaftarkan TMS, Kosim mengaku ada beberapa hal. Seperti tidak boleh anggota TNI Polri, ASN, lembaga pemerintahan lainnya, penyelenggara, data ganda serta lainnya.

"Otomatis kita TMS kan jika sudah demikian, kecuali ada surat pernyataan misal tidak lagi atau mundur dari ASN atau lainnya maka bisa dimasukkan ke MS. Dalam verifikasi ini kita mencocokan KTP, KK, KTA dan keterangan lainya," ujarnya.

Pria yang juga pernah menjabat Kadishub Pemkot Prabumulih itu menambahkan, adapun tahapan verifikasi parpol berlangsung dari tanggal 16 - 29 Agustus 2022. Dan parpol memiliki waktu untuk memperbaiki data anggota dan pengurus.

"Data TMS nantinya ada diberikan waktu untuk perbaikan. Ini terserah partai apakah mau diperbaiki atau dicoret karena rata-rata partai melebihkan jumlah anggota partainya yang akan diverifikasi," ujarnya.

"Kalau saran kita agar diperbaiki. Karena verifikasi faktual kita nantinya sistem random, kalau terkena data TMS maka akan merugikan partai itu sendiri," pungkasnya. (edison/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved