Buya Menjawab

Jalan Kehidupan, Takdir Allah

Qadla Mubram, ialah sesuatu yang terjadi pada manusia di dunia ini sedikitpun tidak melenceng dari apa-apa yan sudah tertulis dalam Qadar-Taqdir...

Editor: Bejoroy
Sripoku.com/Anton
Ilustrasi 

Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, apakah kita hamba Allah ini sudah ditentukan jalan kehidupan kita sehingga menyerah saja dengan nasib, kita tidak punya kekuatan apa-apa selain kehendak Allah. Mohon pencerahan buya. Terimakasih.
08127145xxxx

Jawaban:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
Ananda, ada hadits Rasulullh Saw. dari sabda Rasulullah saw. secara lengkap sebagai berikut;
"Dari Abi Abdirrahman Abdillah bin Mas'ud ra. Telah berkata; "Telah bersabda Rasulullah saw dan dialah yang selalu benar dan yang dibenarkan", "Sesungguhnya tiap orang diantaramu dikumpulkan pembentukannya (kejadiannya) di dalam rahim ibunya dalam 40 hari berupa nutfah (air yang kental). Kemudian menjadi 'alaqoh( segumpal darah) selama itu juga (40 hari), kemudian menjadi mudghoh (gumpalan seperti sekerat daging), selama itu juga (40 hari), kemudian diutuslah kepadanya Malaikat, maka ia meniupkan roh padanya dan diperintahkan (ditetapkan) dengan 4 perkara:
1.ditentukan rizkinya,
2. Ajalnya (umurnya),
3. Amalnya (pekerjaannya),
4. Ia celaka atau bahagia.
Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain dari pada-Nya, sesungguhnya seorang di antara kamu ada yang mengerjakan pekerjaan ahli Surga sehingga tidak ada antara dia dengan Surga itu kecuali sehasta saja, maka mendahuluilah atasnya ketentuan (Takdir) Tuhan, lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli neraka, maka iapun masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang diantara kamu mengerjakan pekerjaan ahli neraka sehingga tak ada antara dia dan neraka kecuali sehasta saja, maka ia didahului ketentuan Tuhan atasnya, lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli Surga, maka iapun masuklah ke dalam Surga." (HR.Imam Bukhari dan Muslim)

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Pada saatnya setelah sembilan bulan sepuluh hari di dalam kandungan seorang ibu, Allah mengeluarkan bayi itu dari dalam rahim ibu ke dunia ini. Inilah yang dinamakan kehidupan di alam dunia. Allah swt. hidupkan manusia dimuka bumi ini dalam waktu yang relatif singkat untuk memberikan peluang kepadanya melakukan amal-amal yang baik, berkwalitas yang disebut dengan amal shaleh. Begitu kehendak Allah swt. sebagaimana dalam firman-Nya: "Yang menjadikan mati dan hidup (bagi manusia) untuk menguji, siapa diantara kamu (manusia) yang baik amal ibadahnya dan Allah maha gagah dan maha pengampun". (QS:67 Al Mulk:02)

Manusia menikmati kehidupan di dunia ini dengan menjalani Qadar-taqdir yang sudah tertulis di Lauhil Mahfuz, maka dengan upaya dan ikhtiarnya berlakulah qodlo Allah Swt. susah dan senang, bahagia, celaka mewarnai kehidupan hambaNYA di dunia ini. Bagi mereka yang memiliki keimanan yang tangguh, apapun yang terjadi mereka hadapi dengan sabar dan senantiasa mematuhi komitmennya ketika belum terjelma di alam dunia ini.

Dalam merespon apa yang dikemukakan Rasulullah saw. tentang Qadar-Taqdir; hendaknya berhusnu-zzon (berbaik sangka), insya Allah ketentuan Allah Swt. adalah baik (sebagai penghuni Surga) maka dalam menyikapi kehidupan ini senantiasa mengarahkan diri dalam upaya identifikasi diri kedalam kelompok amalan-amalan calon penghuni Surga. Menurut ulama Tauhid; bahwa Qadar-Taqdir dalam arti bahasa adalah ketentuan atau ukuran. Menurut istilah Ilmu Tauhid Qadar itu adalah ketentuan dan ukuran yang ditetapkan Allah swt. bagi segala makhlukNya yang sudah tertulis di Lauhil mahfuz, sedangkan Qadla adalah menjelmakan makhluk sesuai dengan ketentuan Qadar. Artinya pelaksanaan ketentuan tersebut pada masing-masing makhluk di dunia ini.Qadla ada dua macam, yaitu Qadla Mubram dan Qadla Mu'allaq. (Saleh Abdurrachman, Akhlaq Ilmu Tauhid, III. hal. 82)

Qadla Mubram, ialah sesuatu yang terjadi pada manusia di dunia ini sedikitpun tidak melenceng dari apa-apa yan sudah tertulis dalam Qadar-Taqdir di Lauhil mahfuz.

Allah berfirman: "Dan Allah telah menciptakan kamu dan apa-apa yang kamu lakukan". (QS.37.As Shafat:96)
Qadla Mu'allaq, ialah apa yang terjadi pada manusia di dunia ini tergantung pada keadaan dan situasi, bisa terjadi dan dapat juga tidak terjadi. Artinya manusia dalam kehidupannya ada ikhtiar (pilihan), upaya dan do'a.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

"Allah menghapus segala sesuatu yang Dia kehendaki atau menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab (Lauhil mahfuz)". (QS.13.Ar Ra'du:29)

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved