Buya Menjawab

Kurban yang Dibagikan dengan Uang

Dalam suasana wabah seperti sekarang ini banyak orang miskin baru, maka bagi yang berkurban berikan saja dalam bentuk uang kepada orang miskin.

Editor: Bejoroy
Sripoku.com/Adelia
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum Wr.Wb.
BUYA ada anjuran dalam suasana wabah seperti sekarang ini yang menyebabkan banyak orang miskin baru, maka bagi yang berkurban berikan saja dalam bentuk uang kepada orang-orang miskin.

Bagaimana menurut pandangan Islam, Buya.

Terima kasih. 0812788xxxx

Jawaban:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
Dalam sistem peribadatan Islam masing-masing mengandung hikmah, seperti jika sholat subuh berjama’ah diteruskan dengan zikir sampai syuruk (terbit matahari) kemudian sholat sunnat (isryroq) dua raka’at maka memperoleh pahala haji dan umroh dengan sempurna. Begitu menurut Rasulullah SAW. tentang sholat sunnah Isyroq.

Pada saat Iqomah sudah dilantunkan oleh Muazzin, ikutilah sholat Subuh berjamaah dua rakaat, dzikir panjang dan ketika selesai berdoa, pada saat masuk waktu Syuruq (terbit Matahari), sholatlah dua rakaat sunnat Isyroq. Niscaya mendapat pahala Haji dan Umroh dengan sempurna.

Berdasarkan sabda Rasulullah saw yang artinya artinya: "Barang siapa sholat Subuh berjamaah kemudian duduk ber-dzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian sholat dua rakaat, niscaya dianugerahi seperti pahala haji dan umrah dengan sempurna, dengan sempurna, dengan sempurna. (HR. At-Tirmidzi, Hasan gharib, at-Targhib wa tarhib)

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Menyikapi hadits di atas tidak boleh kita lalu berpikir sebagai berikut; Cukup sholat sunnat Isyroq saja tidak usah berangkat ke Tanah Suci untuk haji dan umroh. Padahal kita sudah termasuk Istitho’ah (memiliki kemampuan melaksanakan haji dan umroh.)

Sholat sunnat isyroq tidak menggugurkan kewajiban menunaikan ibadah haji bagi yang mampu melaksanakan perjalanan ke tanah suci, (mampu fisik, ekonomi dan memiliki pengetahuan tentang manasik haji) karena hikmah melaksanakan secara fisik ibadah haji sanga tinggi nilainya.

Begitu juga bagi yang memiliki kemampuan memotong hewan kurban jika tidak memotong kurban pada hari raya idul adlha kata Rasulullah Saw.; ”…LAA TAQROBANNA MUSHOLLANAA.” Artinya; “Jangan mendekati tempat sholat kami.” Wahai Fatimah kata Rasulullah Saw. kepada anak kandung beliau; “Berkurbanlah engkau, ketika darah hewan kurban itu mengalir ke bumi saat itu Allah SWT mengampuni dosa-dosamu.”

Bersedekah uang juga tinggi hikmahnya; Menghindarkan diri/meredam panasnya kubur, menghindarkan diri dari balak bencana, membuka pintu rezeki dll.

Bersedekah uang kapan saja sa’atnya bisa dilakukan, tetapi berkurban pada sa’at/momentum tertentu; 10. Zulhijjah (hari Nahr) 11, 12,13 Zulhijjah (Hari-hari Tasyri’). Maka bagi yang mampu, maka sedekah uang iya, berkurban juga iya. Begitu juga bagi yang Istitho’ah; Berangkat ke Tanah Suci iya, tiba di Tanah Air shiolat Subuh berjama’ah iya, diteruskan dengan zikir sampai Syuruq dan sholat sunnat Isyroq. Demikian penjelasan buya. (*)

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved