Buya Menjawab

Bolehkah Berkurban dan Baca Yaasin untuk Almarhum

Orang tua saya sudah lama meninggal dunia. Bolehkah ikut berkurban, dan bolehkah saya bacakan surah Yaasin untuk almarhum.

Editor: Bejoroy
zaini
Ilustrasi - Yasinan. 

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
USTADZ, saya mau bertanya, orang tua saya sudah lama meninggal dunia. Bolehkah ikut berkurban, dan bolehkah saya bacakan surah Yaasin untuk almarhum. Terima kasih.
08565586xxxx

Jawaban:
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb.
ANANDA berkurban atas nama ayahanda almarhum dibolehkan sebagaimana Nabi Muhammad Saw setiap tahun dipotongkan hewan kurban atas nama beliau oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.

Begitu pula membaca surah Yaasin buat orang yang sudah meninggal dunia, dianjurkan oleh Rasulullah Saw, bersodakoh dan badal Haji.

Baca juga: Bolehkah Orang yang Berkurban Menikmati Dagingnya? Ternyata Ini Penjelasan dan Syarat Ada 3 Bagian

Sebagaimana hadist riwayat Tarmizi, Ad Daromi, Faidlul qadir, bab al-mim) yang artinya: "Siapa yang membaca Yaasiin karena berkehendak ridla Allah swt. niscaya diampuni baginya dosa-dosanya yang lalu, maka baca olehmu Yaasiin pada mayat kamu,". (HR. Al-Baihaqi, shahih. Faidul qadir. bab al- mim-Al-Baihaqi melalui Ma'qal ibnu Yasar).

"Dari Anas sesungguhnya dia berkata; "Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa memasuki area pekuburan, maka membaca surat Yaasin (dan menghadiahkan pahalanya untuk orang–orang mati) pada saat itu juga Allah swt. meringankan (siksa) mereka, dan bagi orang membaca mendapat pahala sebanyak kebaikan yang dihadiahkanya kepada orang-orang yang mati. Maka bacakanlah surat Yaasin untuk orang-orang yang telah mati diantara kamu." (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban dan Hakim dari Ma'qal bin Yasar, H. Hasan).

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Sudah lazim pula dikalangan kaum muslimin di Indonesia, memotong hewan qurban atas nama orang tua mereka yang sudah mati, ini juga bermuara kepada hadits shahih yang diriwayatkan Tirmizi bahwa Khalifah Ali bin Abu Thalib ra. jika berkurban, beliau menyembelih dua ekor domba, satu beliau niatkan untuk Nabi Muhammad saw. dan yang satunya untuk dirinya sendiri. Ketika ditanya tentang perbuatannya ini, beliau menjawab; "Aku telah diperintahkan oleh Rasulullah saw. untuk melakukannya, maka aku tidak akan pernah meninggalkannya." (HR. Tirmizi)

Dalam sunan Abu Dawud, dalam hal yang sama menceritakan jawaban Khalifah Ali bin Abu Thalib adalah; "Sesungguhnya Rasulullah saw. telah berwasiat kepadaku untuk menyembelih kurban atas namanya, dan sekarang aku sedang berkurban atas namanya." (HR. Abu Dawud).

Sedekah untuk orang tua atau keluarga yang sudah mati bukan saja dalam bentuk, makanan, materi, tapi juga bisa dalam bentuk ayat-ayat suci Al-Quran, tahlil, tasbih, dan lain-lain sesuai petunjuk Rasulullah saw.; "Dari Abu Dzarr bahwasanya orang-orang bertanya kepada Rasulullah saw: "Wahai Rasulullah orang-orang kaya telah memborong pahala, dimana mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka menyedekahkan kelebihan harta mereka." Rasulullah saw. bersabda: "Bukankah Allahtelah menjadikan sesuatu yang dapat kalian sedekahkan! Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh orang berbuat baik adalah sedekah, mencegah dari perbuatan munkar adalah sedekah, bahkan di dalam salah seorang di antara kamu sekalian itu bersetubuh dengan istrinya juga termasuk sedekah."

Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah seseorang itu melampiaskan nafsunya juga mendatangkan pahala? Beliau menjawab: "Bagaimana pendapatmu seandainya ia melampiaskan nafsunya pada yang haram, bukankah yang demikian itu mendatangkan dosa? Demikian sebaliknya bila ia melampiaskan nafsunya pada yang halal maka ia mendapatkan pahala." (HR.Muslim).

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved