Buya Menjawab

Pembagian Harta Warisan dari Suami yang Kedua 

Dulu ketika menikah saya membawa satu anak laki-laki dari pernikahan yang pertama dan suami saya yang kedua ini memiliki dua anak laki-laki.

Editor: Bejoroy
Doa Mustajab
Ilustrasi - Harta Warisan. 

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum. Wr. Wb
BUYA, dulu ketika menikah saya membawa satu anak laki-laki dari pernikahan yang pertama dan suami saya yang kedua ini memiliki dua anak laki-laki. Beberapa bulan yang lalu suami saya yang kedua ini meninggal dunia.

Apakah anak saya memperoleh juga harta warisan dari suami yang kedua ini? Pernikahan dengan suami yang kedua ini tidak memperoleh keturunan, Buya. Mohon penjelasannya Buya. Terimakasih.

08136882XXXX

Jawaban:
Wassalamualaikum.Wr.Wb.
IBU, anak ibu dari suami pertama tidak memperoleh bagian waris dari ayahnya yang kedua (suami ibu yang kedua), ahli waris almarhum suami ibu yang kedua ini adalah; Ibu (istri almarhum) dan kedua anak laki-lakinya.

Baca juga: Ahli Neraka di Muka Bumi & Kehancuran di Akhirat, Inilah Azab Bagi Orang Serakah Dalam Harta Warisan

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Pembagiannya sebagai berikut; Harta bersama (sepencaharian) di bagi dua sebagai harta gono gini, seperdua untuk pasangan yang masih hidup (dalam hal ini isteri), seperduanya ditambah dengan harta peninggalan almarhum adalah harta warisan. Yang berhak atas harta warisan tersebut adalah ibu (istri) dan kedua anak laki-laki almarhum. Ibu (istri) masih berhak memperoleh 1/8 dari harta warisan tersebut. Sisanya adalah 7/8 yang berhak adalah dua anak laki-lakinya sebagai ashobah.

Demikian tata cara pembagian warisan menurut Surah An Nisaa ayat 12: ”...Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu...”.
Harta bersama dalam perkawinan mengacu pada Undang-Undang Perkawinan N0.1 Tahun 1974 pada Bab VII pasal 35. (1) Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama.

Kompilasi Hukum Islam Pasal 96 ayat (1) Apabila terjadi cerai mati, maka separuh harta bersama menjadi hak pasangan yang hidup lebih lama. Artinya jika yang meninggal dunia suami, maka isteri adalah pasangan yang yang hidup lebih lama, sebaliknya apabila yang meninggal dunia isteri, maka pasangan yang hidup lebih lama adalah suami. Demikian jawaban dan penyelesaian warisan ibu. (*)

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved