Lapor Mang Sripo

Bisa tidak Surat Pengunduran Diri Dicabut

Apakah bisa surat pengunduran diri tersebut bisa dicabut dan bibik saya bisa berangkat bersama suaminya.

Editor: Bejoroy
DOK.HUMAS PEMPROV SUMSEL
Ilustrasi. 

KEPADA Pak Kakanwil Kemenag Sumsel, saya ingin berkonsultasi sekaligus bertanya. Saudara saya (ayuk) masuk dalam kuota salah Calon Jemaah Haji (Calhaj) yang berangkat sesuai forsi dan usia di Tahun Haji 2022 ini, dan itu terlihat dalam list atau daftar calon jemaah haji yang beredar di kalangan Calhaj dan KBIHU.

Namun sayangnya, suami adik saya tidak masuk atau tertunda dan terganjal faktor usia. Sebagai istri, adik saya ragu untuk berangkat haji tanpa pandamping (mahrom) suami, makanya ia mengajukan surat pengunduran diri. Dan memilih tahun berikutnya bersama suami.

Namun ceritanya menjadi lain, begitu Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan daftar calon jemaah haji terbaru yang disahkan Menteri Agama (Menag) RI, saya cek kembali, ternyata nama ayuk dan suaminya masuk dalam daftar calon jemaah haji positif berangkat di tahun 2022. Sejauh ini, saudara (ayuk) dan suaminya kembali mengurus dan berusaha mencabut surat pengunduran diri tersebut ke Kantor Kemenag Palembang.

Melalui Surat Pembaca Sriwijaya Post ini, apakah bisa surat pengunduran diri tersebut bisa dicabut dan bibik saya bisa berangkat bersama suaminya. Terlebih, mereka sudah dua tahun terrtunda akibat pandemi ini. Terima kasih atas perhatian Bapak Kakanwil Kemenag Sumsel.

Dian
082371769xxx

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Silahkan Ajukan dan Buat Kronologinya
Terima kasih atas pertanyaan, pertama kita bersyukur di tahun 1443 H/2022 M, Pemerintah Kerajaan Saudi Arab membuka dna mengizinkan perjalanan ibada haji bagi umat Islam seluruh dunia. Hanya saja, jumlahnya dibatasi, yakni hanya 1 juta orang jemaah haji.

Tentu pengurangan itu, juga berdampak bagi jumlah calon jemaah haji Indonesia, teruma bagi Sumatera Selatan. Selain itu, Arab Saudi juga membuat aturan yang menjadi syarat untuk bisa datang ke Arab Saudi, salah satunya usia calon jemaah haji tidak boleh lebih dari usia 65 tahun.

Dengan ketentuan itu, makanya jemaah haji yang berangkat harus sesuai nomor porsi dan usia. Makanya ada daftar jemaah haji yang berangkat dan cadangan. Berkaitan dengan pertanyaan ibu, silakkan ajukan surat dan ceritakan kronologis dari awal hingga akhir, masih ada waktu silakan urus. Kami tidak berjanji bisa atau tidak, silahkan urusan saja, mudah-mudahan bisa. (mad)

H Armet Dachil
Kabid PHU Kanwil Kemenag Sumsel

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved