Lapor Mang Sripo

Harga Darah Memberatkan Pasien

Terima kasih atas kepedulian dan kerja keras dari PMI serta crewnya yang berbagai macam cara untuk mendatangkan pendonor darah.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Bejoroy

SRIPOKU.COM -- Assalamualaikum, Kepada Yth Ketua PMI Sumatera Selatan (Sumsel) atau pihak terkait lainnya. Terima kasih atas kepedulian dan kerja keras dari PMI serta crewnya yang berbagai macam cara untuk mendatangkan pendonor darah, bahkan jemput bola di berbagai stakeholder.

Yang saya tanyakan, bagaimana mekanisme untuk mendapatkan darah di PMI. Kemudian, kenapa donor darah itu gratis alias tidak dibayar, tapi setiap orang yang membutuhkan darah harus mengeluarkan biaya hingga Rp 650 ribu per kantong.

Adakah upaya dari pihak pemerintah agar keperluan darah ini dibebas biayakan untuk keluarga pasien. 08779103xxxx

Biaya Sesuai SK Pengurus Pusat PMI
Terima Kasih atas atensinya, Wa'alaikumsalam, ada 2 pertanyaan: Pertama, mekanisme permintaan darah dan kedua, mengenai biaya kantong darah.

Pertama, untuk mekanisme. Permintan darah berdasarkan ada permintaan darah dari dokter yang merawat pasien dengan mengisi form Permintaan Darah Untuk Transfusi (PDUT), form berisikan nama pasien, nama Rumah Sakit (RS), Golongan darah pasien, jenis komponen darah yang dibutuhkan dan jumlahnya serta ditanda tangani oleh dokter dan distempel RS. Permintaan darah haruslah atas indikasi medis dengan memperhitungkan ketepatan indikasi dan waktu pemberian serta mempertimbangkan manfaat dan efek samping (ada inform consent kepada pasien).

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Selanjutnya pada Rumah Sakit yang memiliki Bank Darah, petugas bangsal akan menghubungi petugas Bank Darah untuk mendapatkan darah. Bila stok kosong maka pihak Bank Darah menghubungi UDD PMI untuk meminta stok darah yang dibutuhkan. Bila stok darah di UDD PMI kosong maka dianjurkan donor keluarga atau pengganti untuk mencukupi kebutuhan darah pasien.

Kemudian kedua, mengenai biaya kantong darah. Biaya kantong adalah Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD). Biaya ini meliputi juga biaya administrasi atau jasa dan bahan habis pakai.

Sesuai SK Pengurus Pusat PMI no 017/Kep/PP.PMI/2014 tgl 22 Januari 2014, biaya kantong darah dengan uji saring IMLTD metode EIA adalah Rp 360.000, sedangkan kantong darah dengan uji saring IMLTD metode NAT adalah Rp 660.000.

Bila Rumah Sakit (RS) ada pelayanan BDRS maka RS dapat menambah biaya penggantian pengolahan atau penyimpanan darah di BDRS (Permenkes 83 tahun 2014 pasal 52). BPPD ditujukan untuk menjaga kualitas darah dan kesinambungan ketersediaan darah. Demikian, penjelasannya, terima kasih. (mbd)

dr Ya’kup R SpPK MKes
Kepala UDD PMI Sumsel

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved