Ekspor Minyak Goreng Kembali Dibuka, Airlangga Hartanto Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

Kebijakan pembukaan kembali ekspor minyak goreng didasarkan pada data pasokan yang terpenuhi dan terjadinya tren turun harga di berbagai daerah.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: pairat
Tribunsumsel.com/Hartati
Konsumen membeli minyak goreng di Supermarket Diamond di komplek Social Market (Soma), Supermarket ini selalu tersedia minyak goreng sawit saat harga disubsidi pemerintah hingga harga HET nya tidak lagi diatur pemerintah.  Konsumen membeli minyak goreng di Supermarket Diamond di komplek Social Market (Soma), Supermarket ini selalu tersedia minyak goreng sawit saat harga disubsidi pemerintah hingga harga HET nya tidak lagi diatur pemerintah.   

SRIPOKU.COM - Presiden RI Jokowi mengumumkan pembukaan kembali larangan ekspor produk sawit termasuk minyak goreng dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), Kamis (19/5/2022).

Sekadar informasi, larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku diatur melalui peraturan menteri perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang larangan sementara ekspor CPO dan turunannya.

Dalam aturan tersebut terdapat 12 kode HS yang berlaku pada 28 April lalu dan ditindaklanjuti oleh para menteri keuangan dengan menerbitkan keputusan Menteri Keuangan Nomor 15/KM4 tahun 2022 tentang daftar barang yang dilarang untuk diekspor berdasarkan permendag Nomor 22 Tahun 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto menyebut kebijakan pembukaan kembali ekspor minyak goreng didasarkan pada data pasokan yang terpenuhi dan terjadinya tren penurunan harga di berbagai daerah untuk mempertahankan harga tandan buah segar (TBS) sawit petani rakyat.

"Kebijakan tersebut akan diikuti dengan upaya untuk tetap menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng," ujarnya melalui Konferensi Pers Pelaksanaan Kebijakan Pembukaan Kembali Ekspor Minyak Goreng secara virtual, Jumat (20/5/2022).

Seorang pembeli tampak melihat sejumlah minyak goreng di salah satu minimarket di Palembang, Rabu (27/4/2022).
Seorang pembeli tampak melihat sejumlah minyak goreng di salah satu minimarket di Palembang, Rabu (27/4/2022). (Sripoku.com/Chairul Nisyah)

 

Berdasarkan data Kementerian Bidang Perekonomian, kebutuhan dan pasokan kebutuhan minyak goreng di dalam negeri sebesar 194.634 ton per bulan.

Adapun pasokan minyak curah yang dapat dipenuhi pemerintah yakni hanya mencapai 64.626, 52 ton atau 34,33 persen dari kebutuhan perbulan pada Maret lalu.

Namun, setelah dilakukan pelarangan ekspor terjadi peningkatan pada April lalu yakni sebesar  211.638,65 ton atau 108,74 persen dari kebutuhan.

Peningkatan tersebut pun kebutuhan bulanan nasional dari sisi kestabilan harga sebelum pelarangan yang dihargai Rp19.800 per latar.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved