Buya Menjawab

Wanita Ziarah ke Kubur

Dalam penyelenggaraan jenazah, apa boleh yang bukan mahrom, memandang wajah orang mati, dan mengantar ke kubur.

Editor: Bejoroy
SIPOKU.COM/PAIRAT
Ilustrasi - Kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Bunga Palembang di Jalan TPU Kebun Bunga Km 9 Kecamatan Sukarami Palembang, Sabtu (15/12/2018). 

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, dalam penyelenggaraan jenazah, apa boleh yang bukan mahrom, memandang wajah orang mati, dan mengantar ke kubur. Mohon penjelasan Buya. Terima kasih.
08197785xxxx

Jawaban:
Wa'alaiumussalam. Wr. Wb.
ANANDA terdapat perbedaan pendapat dikalangan Ulama Fiqh tentang wanita ziarah ke kubur (mengantar).

Dalam Kitab al Fiqhul Islam Waadillatuhu, Wahbah Zuhaili Vol.ll Darul Fikr Damsik 1997, hlm.1568-1572 dijelaskan sebagai berikut:

Pendapat imam Hanafi, Sunnah (Nadb) ziarah kubur bagi laki-laki dan perempuan dengan mengacu pada riwayat Ibnu Abi Syaibah bahwa Rasulullah Saw mendatangi (ziarah) kuburan syuhada’ Uhud setiap awal tahun dan beliau mengucapkan salam dan mendoakan mereka. Dan Rasulullah Saw juga ziarah kepada orang yang di kuburan Baqik, beliau juga mengucapkan salam dan berdoa. Dan afdhal ziarah pada hari Jumat, Sabtu, Senin dan Kamis.

Bagi wanita, apabila kedatangannya ke kubur untuk memperbaharui kesedihan dan menangis, tidak dibolehkan, akan tetapi jika untuk dijadikan i’tibar dan tidak menangis, maka tidak mengapa (boleh).

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Adapun pendapat jumhur Ulama, sunnat ziara ke kubur bagi laki-laki untuk dijadikan I’tibar dan mengingatkan akan mati, dan makruh bagi wanita dikhawatirkan mereka meratap, menangis dengan suara tinggi. Tidak diharamkan wanita berziarah kubur menurut riwayat Muslim dari Ummu Athiah; “Kami dilarang ziarah kubur, tetapi larangan tersebut tidak secara tegas “. Dimakruhkan wanita ziarah kubur dengan hadits: ”LA’ANALLAHU ZAWWAROOTIL QUBUUR.” (Menurut Tirmizi hadist ini shohih), namun disunnatkan ziarah kepada kubur Rasulullah Saw. dan kubur para Nabi dan orang-orang sholeh, dengan syarat tidak mengeluarkan suara dengan nada tinggi.

Mengenai memandang wajah jenazah jika untuk niat mendoakan dan memupuk rasa kasih sayang dan diizinkan keluarga almarhum, tidak dilarang. Begitu pula mengantar jenazah ke kubur, jika tidak meratap dan tidak mengeluarkan suara tinggi, menjaga kehormatan dengan berpakaian yang islami, tidak dilarang. Akan tetapi bagi yang apabila mengantar tersebut banyak membawa mudharat, seperti pingsan karena terlalu sedih sebaiknya tidak ikut mengantar ke kubur.
Demikian jawaban Buya. (*)

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved