Berita Palembang
Kisah Inspiratif Mega Cake, Berawal dari Jualan Jilbab dan Beralih ke Kue Basah Khas Palembang
Mega Cake yang berlokasi di lorong Kawat KM 5 Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu rumah produksi kue basah khas Palemba
Penulis: Merry Lestari | Editor: bodok
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mega Cake yang berlokasi di lorong Kawat KM 5 Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu rumah produksi kue basah khas Palembang yang sudah cukup terkenal khususnya di wilayah Bumi Sriwijaya dan sekitarnya, Senin (25/4/2022).
Seperti namanya, Mega Cake diambil dari nama sang pemiliknya yaitu Mega.
Wanita asal Ogan Ilir (OI) kelahiran 1987 yang memiliki 3 orang anak itu sudah memulai usaha dagangnya sejak dirinya masih gadis.
"Saya mulai jualan itu sejak masih pacaran sama suami, tapi awalnya jualan jilbab," ungkap Mega saat ditemui Sripoku.com di lokasi Mega Cake.
Namun, seiring berjalannya waktu para supplier jilbab mulai membuka toko sendiri di marketplace, sehingga orang-orang lebih memilih untuk membeli secara online karena harganya yang jauh lebih murah daripada harga di pasaran.
• Seminggu Jelang Lebaran, Rumah Produksi Kue Basah Mega Cake Kebanjiran Orderan
Tak kehabisan akal, Mega yang juga merupakan seorang pegawai di salah satu perusahaan asuransi tersebut terus mencoba untuk tetap berdagang.
Sampai pada satu momen ia mencoba untuk menjual kue basah buatan ibunya.
Berawal dari sanalah usaha Mega Cake bermula. Meski sempat mengalami beberapa kali kerugian yang tak bisa dikatakan kecil, namun Mega dan suaminya tak begitu saja menyerah.
"Saat saya mengalami kerugian, saya cuma harus ingat kalau dibalik ujian ini pasti ada sesuatu yang lebih baik. Intinya kita harus selalu berpikir positif di setiap keadaan," ungkapnya seraya tersenyum.
Mega juga mengaku salah satu usahanya untuk tetap bisa dipercaya oleh pembeli adalah dengan menjaga hubungan baik, terlebih dengan para resellernya yang sudah mencapai 500-an orang yang berasal dari dalam dan luar Kota Palembang.
"Jaga attitude itu penting banget, karena dengan seperti itulah kita bisa membangun kepercayaan orang untuk tetap berlangganan dengan kita," timpalnya.
• ARTI Allahumma Yassir Wala Tuassir yang Kerap Dijadikan Sebagai Doa dan Permohonan, Minta Dimudahkan
Wanita berusia 35 tahun itu juga turut mengungkap bagaimana ia tetap bisa membagi waktunya di sela-sela kesibukannya sebagai karyawan di kantor, sebagai pengusaha dan mengurus anak.
"Jadi intinya kita itu boleh sibuk, tapi 1 hal. Setiap malam sebelum tidur kita setidaknya harus punya rencana, planing tentang apa yang akan kita kerjakan esok harinya," tutur Mega.
Rumah produksi kue basah khas Palembang tersebut telah beroperasi sejak 5 tahun yang lalu, dan selalu kebanjiran orderan saat memasuki minggu terakhir Ramadhan, bahkan untuk tahun ini Mega mengaku cukup kewalahan dengan pesanan yang terus membludak.
Ia dan suaminya dibantu oleh 70 karyawannya yang kebanyakan merupakan tetangga-tetangga di lingkungannya itu sejak, Sabtu (23/4/2022) harus membuat sekitar 5 ribu loyang kue basah khas lebaran seperti, bolu kojo, engkak, maksuba, lapis legit, lapis nanas, dan lain-lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Mega-Cake-yang-berlokasi-di-lorong-Kawat-KM-5-Palembang-Perovinsi-Sumatera-Selatan.jpg)