Buya Menjawab

Kapan Memulai Puasa Ramadhan

Kapan kita memulai puasa Ramadhan? Tolong penjelasannya, mana yang lebih baik mengikuti pengumuman pemerintah atau mengikuti organisasi tertentu?

Editor: Bejoroy
Istimewa/Ilustrasi
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, kapan kita memulai puasa Ramadhan? Tolong penjelasannya, mana yang lebih baik mengikuti pengumuman pemerintah atau mengikuti organisasi tertentu? Terima kasih.
081280XXXX

Baca juga: Doa Berbuka Puasa Ramadhan dalam Tulisan Arab & Latin Lengkap dengan Arti serta Niat Puasa Ramadhan

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan dalam Tulisan Arab dan Latin Lengkap dengan Artinya serta Doa Buka Puasa

Jawaban:
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb.
Ananda, ada dua metode dalam menentukan awal Ramadhan; Ru’yatul hilal dan Hisab.

Aliran yang menggunakan hisab; dengan perhitungan dapat menentukan adanya hilal (keberadaan hilal) walaupun dibawah 2 derajat. Aliran hisab ini akan memulai puasa dengan keberadaan hilal walaupun posisi hilal di bawah 2 derajat. Sedangkan aliran Ru’yatul Hilal di lengkapi juga dengan hisab dan kesepakatannya hilal dapat di ru’yat (dilihat) apabila 2 derajat atau lebih. Aliran ini Yang dijadikan acuan Pemerintah.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Landasan hukum Ru’yatul Hilal adalah Hadits Rasulullah Saw. yang artinya: ”Dan dari Abu hurairah ra. berkata: Rasulullah Saw. bersabda, Berpuasalah kamu karena melihat Bulan dan berbukalah kamu (berhari raya) karena melihat Bulan. Maka apabila awan menutupi kalian, maka sempurnakan perhitungan bulan syakban 30 hari.” (HR. Imam Bukhari).

Ananda, Pemerintah (Kementerian Agama) Republik Indonesia bertanggung jawab (dalam memulai berpuasa) kepada rakyatnya yang beragama Islam, sedangkan organisasi tertentu bertanggung jawab atas anggota organisasinya.

Seperti Kerajaan Saudi Arabiyah pernah keliru dalam menentukan Hari Raya ketika itu mereka (Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah) menetapkan Hari Raya hari Rabu, kemudian pada hari Jum’at dikeluarkan maklumat Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah bahwa: Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah keliru dalam menentukan Hari Raya pada Hari Rabu, yang benar adalah hari Kamis (Pemerintah Indonesia pada tahun bersangkutan menentukan Hari Raya hari Kamis) dan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah mewajibkan Qadha satu hari terhadap ummat Islam di Saudi Arabiyah, serta Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah membayar Kifarat atas kekeliruan mereka.

Mengenai mana yang baik diikuti, Allah SWT. menyatakan: ”ATHII’ULLAHA WA ATHII’URRASUULA WA ULIL AMRI MINKUM.” Artinya: “Ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada Rasul dan kepada Ulil Amri (Pemerintah) kamu.”

Mudah-mudahan tahun ini permulaan berpuasa sama diantara dua aliran tersebut. Kita tunggu saja pengumuman dari Pemerintah (Kementerian Agama RI.) Terimakasih. (*)

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved