Situasi Terkini Wisma Atlet Jakabaring Palembang, Satu Per Satu Pasien Isolasi Mulai Keluar

"Total sudah 178 pasien yang melakukan isoman di wisma atlet sejak Januari 2022. Sebanyak 128 di antaranya sudah pulang,".

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Refly Permana
dokumen sripoku.com
Suasana di rumah sehat Covid-19 yang ada di Wisma Atlet Jakabaring Sport City, Rabu (23/2/2022) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penanggung Jawab Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring Palembang, dr H Trisnawarman MKes SpKKLP, dan PIC Rumah Sehat, M Bahori Ns Skep MKes, menjelaskan fluktuasi jumlah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di tower 6 dan 7, Jumat (4/3/2022). 

"Total sudah 178 pasien yang melakukan isoman di wisma atlet sejak Januari 2022. Sebanyak 128 di antaranya sudah pulang.

Dan sekarang tinggal 50 orang lagi yang melakukan isolasi. 28 Februari 2022 sempat melonjak sebanyak 116 pasien," ungkap dr H Trisnawarman MKes SpKKLP dan M Bahori Ns Skep MKes. 

Trisnawarman menjelaskan proses isolasi di rumah sehat Wisma Atlet Jakabaring ini memang selalu mengalami fluktuatif. 

"Tergantung perkembangan pasien sehingga fluktuatif. Di sini pasien diiisolasi selama 10 hari seusai peraturan Kemenkes. Di hari ke-9 bisa melakukan tes PCR bagi yang memerlukan," jelasnya. 

Ia pun menjelaskan prosedur bagi masyakat untuk bisa dirawat di rumah sehat wisma atlet Jakabaring ini. 

"Pasien yang diterima di sini bisa pasien datang sendiri ataupun bisa dari corporate atau dari rujukan fasilitas pelayanan kesehatan (fasienkes).

Syaratnya bawa KTP atau identitas lainya dan hasil swab PCR/antigen yang menyatakan positif," terangnya. 

Ia juga menjelaskan pelayanan di rumah sehat wisma atlet Jakabaring ini semuanya gratis ditanggung Pemprov Sumsel baik itu penginapan, makan dan minum, serta obat-obatan selama isolasi di sini. 

Dengan kasus Covid-19 saat ini, ia menghimbau jangan terlalu panik, masyarakat diharapakan membiasakan untuk hidup berdampingan. 

"Hanya saja tetap menjadi prokes, 5 M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak,  menghindari kerumanan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat)," ternagnya. 

Tahun ini diakui memang oenyebarannya cepat dan jumlah kasusnya banyak akan tetapi gejalanya tidak separah seperti tahun kemarin. 

"Karena tahun kemarin virus Delta menyebabkan tingkat hunian (BOR) di rumah sakit cukup kewalahan/penuh dikarenakan gejalanya sangat berat," jelasnya. 

Dari 5 tower wisma atlet yang disiapkan, saat ini sudah dua tower ya g digunakan yakni tower 7 dan tower 6. Masing-masing memiliki kapasitas 100 bed.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved