Opini

Bekerja Tekun, Berinteraksi Rukun

Bekerja dengan tekun tiada tara, berinteraksi yang rukun memupus resah duka lara, lalu tumbuh pengabdian yang menggelora.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/Istimewa
H. ABDUL RAHMAN, S.Ag, M.Pd.I Penyusun Bahan Pembinaan Qori’ dan Hafizh Kanwil Kemenag Prov. Sumsel 

Oleh : H. ABDUL RAHMAN, S.Ag, M.Pd.I

JFU Penyusun Bahan Pembinaan Qori’ dan Hafizh Kanwil Kemenag Prov Sumsel


Bekerja dengan tekun tiada tara, berinteraksi yang rukun memupus resah duka lara, lalu tumbuh pengabdian yang menggelora.

Apapun profesinya yang baik, bekerja bagi seorang Muslim adalah suatu upaya yang sungguh-sungguh dengan mengerahkan seluruh potensi baik pemikiran, tenaga maupun keahlian.

Maka hal tersebut bukan saja sebagai ikhtiar mencari nafkah tetapi menjalankan salah satu fungsi manusia untuk memakmurkan bumi.

Peran manusia bukan saja sebagai hamba (’abdi) untuk mengabdi atau menyembah Allah (lihat: Q.S. Yasin : 61, dan Q.S. Adz-Dzariyat : 56), tetapi juga berperan sebagai Khalifah di muka bumi untuk memakmurkan bumi.

Karena bumi dan semua fasilitas yang ada di dalamnya merupakan titipan Ilahi yang tidak boleh diekploitasi begitu saja.
Bumi harus dilestarikan demi kepentingan generasi selanjutnya.

Membangun, menata, memperindah, memelihara, menjaga dan melestarikan bumi untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan umat manusia.

Hal tersebut dinyatakan dalam firman-Nya: “…Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya…” (Q.S. Hud : 61).

Dalam ayat yang lain termaktub pengajaran yang harus direnungkan: “....dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Q.S. Al-Qashash : 77).

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan produksi, para pekerja merupakan salah satu penyangga kokohnya suatu negara.

Melimpah ruahnya sumber daya alam suatu bangsa tidak akan bermanfaat tanpa adanya tenaga kerja yang bisa mengolah, mengelola, menggunakan, dan memanfaatkan kekayaan alam secara produktif.

Setiap pribadi Muslim wajib bekerja.

Harus ditanamkan pemahaman bahwa bekerja, berusaha, berkreasi, dan berinovasi adalah suatu kewajiban dan memiliki orientasi nilai ibadah.

Bekerja dan berusaha dengan maksimal dan tawakkal tanpa putus asa dalam mencari re-zeki yang halal adalah termasuk mentaati dan melaksanakan perintah Agama.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved