'Tubuh Bekerja Atas Keteraturan', Respon Yuwono Soal Booster Bisa Dilakukan 3 Bulan Usai Dosis Kedua

Professor Yuwono mengatakan, logikanya booster itu dilakukan setelah vaksinasi enam bulan, bukan tiga bulan.

Editor: Refly Permana
capture/Youtube/Majelis Pecinta Quran
Ahli Mikrobiologi Profesor (Prof). Dr. dr. Yuwono, M. Biomed 

Penulis: Linda

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebelumnya pemerintah membuat kebijakan vaksinasi booster bisa diberikan kepada masyarakat yang telah melakukan vaksinasi minimal enam bulan dari dosis kedua.

Namun kini minimal tiga bulan dari vaksinasi kedua sudah diperbolehkan.

Menanggapi hal tersebut Ahli Mikrobiologi Prof Dr dr Yuwono M Biomed mengatakan, belum tahu persis kebijakan itu didasarkan berdasarkan apa. 

"Kalau secara ilmiah sudah diketahui bersama dalam dunia kedokteran tentang vaksinasi bahwa vaksin itu akan masih tetap tinggi dalam waktu enam sampai sembilan bulan," kata Professor Yuwono saat diwawancarai di RSMH Palembang, Selasa (1/3/2022).

Professor Yuwono mengatakan, logikanya booster itu dilakukan setelah vaksinasi enam bulan, bukan tiga bulan.

Kalau jadi tiga bulan bisa jadi ada hal lainnya, mungkin bukan masalah boosternya bisa saja dihubungkan dengan yang lain.

Menurutnya, seperti yang diketahui vaksin bakal banyak yang expired atau apa, takutnya kebijakan ini hanya kebijakan teknis, taktis tapi tidak mempertimbangkan antibodi yang terbentuk.

"Antibiodi itu, setelah vaksin lengkap dua dosis naik tinggi maka harusnya belum dibooster. Ketika turun baru dibooster, sehingga terjadi akselerasi yang tinggi," jelasnnya

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam grafik itu namanya akselerasi, kalaupun ditambahkan di waktu tiga bulan ya tetap dijalur itu saja.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved