Analisa Soal Situasi Covid-19 Saat Lebaran Nanti Menurut Prof Yuwono, Alam yamg akan Menentukan

"Saya keberatan kalau hanya didasarkan capaian vaksinasi, karena vaksinasi itu hanya salah satu capaian," kata Prof Yuwono.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ahli Mikrobiologi Kesehatan Sumsel, Prof. Dr.H.Yuwono, M.Biomed yang juga Direktur Utama Rumah Sakit Pusri Palembang, Selasa (8/2/2022). 

Penulis: Linda

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada kemungkinan perayaan Hari Raya Idul Fitri yang berbeda di tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun dengan syarat vaksinasi Covid-19 dosis kedua harus mencapai 70 persen sebelum Lebaran.

Menanggapi hal tersebut menurut Ahli Mikrobiologi Prof Dr dr Yuwono M Biomed, sebenarnya Menkes harusnya konsisten dengan pendapatnya yang lain, jangan hanya satu variabel.

"Saya keberatan kalau hanya didasarkan capaian vaksinasi, karena vaksinasi itu hanya salah satu capaian," kata Prof Yuwono, Selasa (1/3/2022).

Menurutnya, sebelum Menkes sendiri sudah mengatakan bahwa Jawa - Bali sudah mencapai puncak artinya tidak akan naik melainkan turun.

Lalu bukan hanya vaksin, melainkan ketahanan dari masyarakatnya.

"Masyarakat kita cukup survive. Kemudian kalau syarat vaksinasi dosis kedua capainnya 70 persen apakah kalau baru 68 persen nggak boleh, kan ada statistik plus dan minesnya ada simpangan devisiasinya," cetusnya. 

Menurut Profesor Yuwono, untuk Sumsel tetap optimis bisa mencapai 70 persen untuk dosis kedua, karena kini sudah lebih 65 persen.

"Tinggal nanti saya mendorong kepada pemimpin di Sumsel seperti ke Gubernur, Bupati dan Walikota supaya kompak.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved